Berita Bekasi Nomor Satu

Menteri LH Kabinet Bayangan Iqbal Damanik Soroti PSEL, Sebut Tak Akan Pernah Jadi Solusi Jangka Panjang

Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik, menyampaikan paparan dalam acara Uji Publik Kabinet Bayangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).  FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Rencana pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jawa Barat, termasuk di Kota Bekasi, mendapat sorotan dari Menteri Lingkungan Hidup Kabinet Bayangan, Iqbal Damanik.

Aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia itu menilai PSEL tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai sumber energi bersih.

Pasalnya,  Iqbal menjelaskan, proses pembakaran sampah pada fasilitas PSEL tetap mengemisi karbon dan menghasilkan polutan seperti emisi karbon serta partikel halus yang mengancam kesehatan masyarakat di sekitar lokasi incinerator.

“Ya, pembangkit listrik tenaga sampah ini memang memungkinkan untuk mengurangi sampah, tapi secara kategori tidak bisa disebut sebagai energi bersih. Karena ada yang dibakar, ada sumber daya yang dibakar dan proses pembakaran terhadap sampah itu menghasilkan karbon juga, dan itu juga berbahaya bagi orang-orang yang tinggal di daerah di sekitar incinerator,” ujar Iqbal dalam acara Uji Publik Kabinet Bayangan di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Ia menilai proyek PSEL hanya layak dijadikan skema transisi sementara, bukan solusi jangka panjang penanganan sampah maupun pemenuhan kebutuhan energi. Terlebih saat ini sudah banyak alternatif energi terbarukan lain yang lebih ramah lingkungan.

“Jadi sebenarnya, kalau dianggap ini sebagai sebuah skema transisi tentu saja bisa gitu ya, dan apakah dalam upaya mengurangi sampah-sampah yang ada gitu. Tapi kalau ini selalu dipertahankan, suatu saat kita juga ini enggak akan pernah bisa jadi solusi jangka panjang,” jelasnya.

Ia pun mendesak pemerintah memperketat pengawasan lingkungan terhadap setiap proyek PSEL. Menurut Iqbal, teknologi pengolahan sampah tersebut juga tidak seharusnya dijadikan sebagai solusi utama untuk menopang ketahanan energi di daerah.

“Ya seharusnya dia harus sangat ketat sekali ya di diawasin. Lalu kemudian proyek PSEL ini sebenarnya harusnya tidak menjadi solusi utama gitu ya, karena kita punya banyak pilihan terutama untuk ketahanan listrik,” ungkap Ikbal.

Sementara itu, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Pandu Patria Sjahrir, mengatakan keberadaan PSEL Kota Bekasi tidak hanya berfokus pada pengurangan timbunan sampah.

Proyek tersebut juga diproyeksikan menghasilkan energi terbarukan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kota Bekasi dengan memasok kebutuhan listrik sekitar 55.000 rumah.

“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi,” ujar Pandu dalam acara peresmian PSEL Kota Bekasi di Ciketing Udik, Rabu (26/8/2026).

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut pembangunan PSEL diharapkan juga mampu membantu mengurai persoalan sampah dalam dua tahun ke depan di Kota Bekasi.

“Sampah ini kita akan selesaikan dalam 2 tahun, nanti gunung itu enggak ada lagi insyaallah. Kita akan bebaskan Kota Bekasi dari sampah, bau sampah yang menggunung. Target dua tahun. Kalau dua tahun enggak beres, nanti saya dipanggil lagi kemari, boleh dimarahi,” ujar Zulhas di hadapan jajaran Pemkot Bekasi dan warga di Ciketing Udik pada Rabu (26/8/2026).(zak)