RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Bekasi memilih absen dari aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Mereka memilih tetap onbid untuk mendapatkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Pengemudi ojol asal Sukatani, Ahmad, mengatakan jarak Cikarang menuju Jakarta menjadi salahsatu pertimbangannya tidak mengikuti aksi. Selain itu, ia mempertimbangkan efisiensi waktu dan kondisi cuaca yang panas.
“Saya lebih fokus milih narik aja. Kalau saya hitungannya (dari Cikarang) jauh. Dengan kondisi panas begini jadi nggak bisa ikut. Cuma bisa ngebantu doa,” ujar Ahmad.
Ia mengetahui sejumlah kelompok ojol di Jakarta mengikuti aksi tersebut. Menurut Ahmad, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat. Namun, ia berharap aksi berlangsung tertib dan tidak berujung pada tindakan anarkistis.
“Ya kalau untuk perihal demo itu sah-sah saja. Cuma keinginan saya kita harus bisa saling menjaga kenyamanan bersama. Jangan anarkis, sampaikan aspirasi secara bijak,” tambahnya.
Sikap serupa disampaikan Paguyuban Ojol Cikarang Utara. Ketua Paguyuban Ojol Cikarang Utara, Dedy, memastikan pengemudi yang tergabung dalam paguyubannya tidak ada yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi.
“Untuk aksi demo tanggal 27, kami perwakilan dari Ojol Cikarang khususnya Kabupaten Bekasi tetap onbid, tetap menarik seperti biasa. Kami mendukung untuk aksinya, semoga berjalan lancar, tapi kalau untuk kami di sini tetap onbid, tetap menjadi pejuang keluarga,” tegas Dedy.
Menurut Dedy, sebanyak 33 anggota paguyubannya memilih tetap siaga dan beraktivitas di wilayah Cikarang. Ia juga mengingatkan rekan-rekan ojol yang mengikuti aksi di Jakarta agar menjaga ketertiban.
“Untuk rekan-rekan ojol yang di Jakarta, tetap jaga Jakarta, jaga lingkungan, aman-nyaman kondusif kita sih. Kami dari ojol, Sabuk Kamtibmas tidak ada yang ke acara demo di Jakarta. Kami tetap jaga lingkungan, jaga Kabupaten Bekasi,” tuturnya.
Sementara, Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Noach Hendrik, mengatakan pihaknya mendirikan dua pos penjagaan untuk memantau pergerakan warga. Pos tersebut berada di simpang SGC Jalan RE Martadinata dan Stasiun Cikarang.
Polisi menyiagakan personel untuk menyaring pergerakan massa dan mencegah adanya pihak yang berupaya memicu kerusuhan.
“Kami akan memilah-milah mana warga yang memang betul-betul akan menyampaikan aspirasi, mana warga yang mau buat gaduh di kelompok-kelompok anarko. Jika kita temukan, langsung personel kita amankan untuk dimintai keterangan,” terang Noach.
Hingga Kamis siang, situasi di sejumlah titik pemantauan di Cikarang Utara terpantau aman. Belum terlihat pergerakan kelompok massa dari wilayah tersebut menuju Jakarta. Noach mengimbau masyarakat Kabupaten Bekasi tidak mudah terprovokasi dan tetap menjalankan aktivitas ekonomi seperti biasa.
“Kalau memang betul-betul menyampaikan aspirasi ya tidak ada masalah. Sejauh ini belum ada (massa yang berangkat) dari Cikarang. Kalau memang warga dari Kabupaten Bekasi kan berarti dia akan hari ini baru berangkat ya. Tapi sejauh ini belum ada,” tutupnya. (ris)











