RADAR BEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Abu vulkanik tak hanya mengusik aktivitas sekolah. Ruang publik di Kota Bekasi ikut menjadi medan mitigasi. Dua ruas jalan utama, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ir H Juanda, disemprot petugas untuk menekan paparan debu yang berpotensi mengganggu warga.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi turun tangan dengan metode water mist. Air disemprotkan ke permukaan jalan dengan campuran cairan eco enzyme untuk membantu mengendalikan debu yang menempel maupun beterbangan.
Penyemprotan ini menjadi sinyal bahwa abu vulkanik sudah tidak bisa dipandang sebagai persoalan udara biasa. Ketika debu mulai mengganggu ruang aktivitas warga, pemerintah dituntut bergerak lebih cepat daripada perubahan arah angin.
BACA JUGA : Camat Pondok Gede Pelototi Proyek Pembangunan yang Ganggu Akses Warga
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi Heryanto mengatakan penyemprotan akan dilakukan secara berkala.
“Hari ini kita lakukan penyemprotan di beberapa titik. Nanti kita akan lakukan secara intensif secara periodik sampai kondisi lebih aman,” ungkap Heryanto.
Tak hanya menyiram jalan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi juga membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 1.000 masker disalurkan di setiap kecamatan sebagai perlindungan dasar bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah.
Namun, langkah tersebut menyisakan pertanyaan besar. Seberapa siap Kota Bekasi menghadapi paparan abu jika kondisi kembali memburuk?
Sebelumnya, pemerintah bahkan harus mengalihkan pembelajaran tatap muka siswa TK/PAUD, SD, hingga SMP ke rumah. Alasannya, perlindungan anak belum optimal, termasuk masih banyak siswa yang kesulitan menggunakan masker secara disiplin.(sur)











