Berita Bekasi Nomor Satu

Pengamat: Usup hingga Rieke ‘Oneng’ Berpeluang Gantikan Ade di PDIP

Afief Ardhila (Pengamat LS Vinus Bekasi Raya)

CIKARANG PUSAT- Pengamat Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) Bekasi Raya, Afief Ardhila, menilai sejumlah nama berpotensi menggantikan Ade Kuswara Kunang, sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi.

Seperti Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Usup Supriatna, hingga Anggota DPR RI dari Dapil Jabar VII, Rieke Diah Pitaloka.

Menurut Afief, secara organisasi Usup dinilai tahu kebutuhan partai. Sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Usup dianggap paling berpotensi menggantikan Ade Kuswara Kunang, sebagai ketua partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Bekasi.

“Banyak kader yang berpotensi jadi ketua. Bisa jadi Usup Supriatna berpeluang besar. Saat ini menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD, masih menjabat Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi,” ujar Afief, kepada Radar Bekasi, Senin (14/9/26).

Diketahui DPD PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi saat ini kehilangan nakhodanya setelah Ade Kuswara Kunang yang juga Bupati Bekasi nonaktif terjerat kasus rasuah. Ade divonis enam tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung dalam perkara dugaan suap ijon proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2025. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Senin (14/9/26).

Selain itu, Afief menilai, sosok Rieke Diah Pitaloka juga berpeluang menjadi Ketua ”Partai Banteng” di Kabupaten Bekasi.  Politisi yang terkenal dengan peran ”Oneng” di sitkom Bajaj Bajuri ini merupakan dewan empat periode dari daerah pemilihan (Dapil) Jabar VII  meliputi Kabupaten Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

Sebenarnya, kata Afief, mantan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Bekasi, Nyumarno, paling berpotensi jika tidak tersangkut kasus hukum. “Jika Nyumarno tidak jadi tersangka mungkin bisa jadi Nyumarno lah ketua partainya,” ucapnya.

Dirinya menegaskan, sosok ketua yang menggantikan Ade Kuswara Kunang, harus orang yang bisa merangkul semua kelompok, serta mengetahui permasalahan Kabupaten Bekasi dan mencari solusi untuk kesejahteraan masyarakatnya.

“Tentunya ketua partai harus bisa merangkul semua kelompok yang ada agar roda organisasi berjalan sebagaimana mestinya bisa cepat tanggap dalam menyerap aspirasi masyarakat,” ungkapnya. (pra)