RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait potensi dan perkembangan bencana. Salah satu pemanfaatannya dapat dilakukan dengan memantau aktivitas gunung api secara berkala melalui platform MAGMA Indonesia.
Masyarakat dapat mengakses informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api melalui situs resmi MAGMA Indonesia di magma.esdm.go.id. Platform yang dikelola oleh Badan Geologi tersebut menyajikan berbagai informasi mengenai aktivitas gunung api di sejumlah wilayah Indonesia berdasarkan data dan pemantauan dari sumber resmi.
Kehadiran MAGMA Indonesia menjadi salah satu sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Informasi yang tersedia tidak hanya berkaitan dengan aktivitas gunung api, tetapi juga mencakup sejumlah ancaman bencana geologi lainnya, seperti gempa bumi, peringatan tsunami, serta tanah longsor.
Dalam penggunaannya, masyarakat perlu memahami berbagai simbol, kode, dan status yang ditampilkan pada platform tersebut. Informasi tersebut berfungsi sebagai indikator untuk menggambarkan tingkat aktivitas gunung api sekaligus membantu masyarakat mengetahui kondisi kewaspadaan yang sedang berlaku.
Berdasarkan informasi yang ditampilkan melalui laman MAGMA Indonesia, kode peringatan aktivitas gunung api untuk penerbangan atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) ditampilkan menggunakan simbol berbentuk segitiga. Status tersebut kemudian dibedakan berdasarkan empat warna, yaitu hijau, kuning, oranye, dan merah.
Warna hijau menunjukkan bahwa aktivitas gunung api masih berada dalam kondisi normal. Pada kondisi ini, gunung api tidak sedang mengalami erupsi dan aktivitasnya masih berada pada tingkat normal.
Sementara itu, warna kuning menandakan adanya peningkatan aktivitas gunung api. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa terdapat perubahan aktivitas yang perlu diperhatikan dan dipantau lebih lanjut.
Berikutnya, warna oranye menunjukkan bahwa aktivitas gunung api mengalami peningkatan yang lebih signifikan dan terdapat kemungkinan terjadinya erupsi. Pada tahap ini, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan aktivitas gunung.
Baca Juga: Berbeda dengan Debu Biasa, Kenali Ciri Abu Vulkanik Anak Krakatau yang Mulai Sampai Jabodetabek
Adapun warna merah menjadi tingkat peringatan tertinggi dalam kode VONA. Warna ini menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa erupsi gunung api dapat segera terjadi atau sedang berlangsung dan berpotensi membahayakan penerbangan di wilayah terdampak.
Selain memahami kode VONA, masyarakat juga perlu mengetahui empat tingkatan status aktivitas gunung api yang digunakan di Indonesia. Mengacu pada informasi kebencanaan, status tersebut terdiri dari Normal, Waspada, Siaga, dan Awas.
1. Normal (Level I)
Status Normal atau Level I menunjukkan bahwa aktivitas gunung api masih berada dalam kondisi yang sesuai dengan karakteristik normalnya. Belum terdapat indikasi peningkatan aktivitas yang dapat meningkatkan risiko bahaya.
Meski demikian, pemantauan terhadap gunung api tetap dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi perubahan aktivitas.
2. Waspada (Level II)
Ketika berada pada status Waspada atau Level II, aktivitas gunung api mulai menunjukkan adanya peningkatan. Perubahan tersebut dapat berupa peningkatan aktivitas kegempaan maupun tanda-tanda vulkanik lainnya.
Pada kondisi tertentu, gunung api bahkan dapat mengalami erupsi ketika masih berada pada Level II. Namun, potensi bahaya umumnya masih terkonsentrasi di sekitar pusat aktivitas atau pusat erupsi.
3. Siaga (Level III)
Status Siaga atau Level III menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas gunung api semakin jelas. Pada tahap ini, gunung api dapat mulai mengalami erupsi yang berpotensi menimbulkan bahaya di sekitar pusat erupsi.
Meski demikian, ancaman pada tahap ini umumnya belum mencapai kawasan permukiman. Masyarakat tetap perlu mengikuti informasi dan arahan dari pihak berwenang karena kondisi gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.
4. Awas (Level IV)
Awas merupakan status tertinggi atau Level IV. Kondisi ini ditetapkan ketika aktivitas gunung api menunjukkan peningkatan yang semakin nyata dan terdapat indikasi kuat mengenai kemungkinan terjadinya letusan atau erupsi.
Pada level ini, potensi bahaya dapat meluas hingga mengancam kawasan permukiman di sekitar gunung api. Masyarakat yang berada di wilayah rawan perlu mengikuti instruksi resmi, termasuk apabila terdapat imbauan untuk menjauh atau melakukan evakuasi.
Dengan memahami kode warna VONA dan empat tingkatan status gunung api, masyarakat diharapkan tidak mudah panik sekaligus dapat mengambil langkah yang tepat ketika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik. Informasi dari kanal resmi juga penting untuk memastikan masyarakat tidak terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi. (mna)











