Berita Bekasi Nomor Satu

Ketum DPP Partai Ummat Ridho Rahmadi Mundur, Berimbas ke Pengurus Daerah

Daris (Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat)

RADARBEKASI.ID,BEKASI – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Ummat Jawa Barat enggan mempersoalkan mundurnya Ketua Umum DPP Partai Ummat  Ridho Rahmadi, karena dianggap sesuatu yang lumrah di politik.

Akan tetapi, mundurnya Ridho akan merubah langkah politik Partai Ummat mengingat banyak pengurus yang kemungkinan ikut mundur maupun dilakukan pergantian.

“Mundur, masuk, normal-normal saja. Terlebih dia (Ridho) kan dosen juga, mungkin banyak kesibukan jadi mau ada penggantinya yang baru. Pembaharuan buat lebih maju,” ujar Ketua DPW Partai Ummat Jawa Barat, Daris, kepada Radar Bekasi, Rabu (2/9/26).

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi ini menegaskan, mundurnya Ridho Rahmadi, pastinya akan memberikan dampak bagi Partai Ummat. Sebab, dirinya menilai, akan ada pengurus yang ikut mundur dan diganti. “Ya mungkin ada yang ikut mundur, ada yang diganti juga, termasuk Jawa Barat pasti ada yang akan diganti,” ungkapnya.

Lanjut Daris, kepemimpinan Ridho Rahmadi tidak bisa dianggap remeh. Cikal bakal munculnya Partai Ummat sebagai peserta pemilu 2024 ada kontribusi dari Ridho.

“Kalau kita lihat perjalanan dari nol sampai lolos verifikasi di pegang oleh Ridho Rahmadi, artinya seorang Ridho Rahmadi juga tidak bisa dianggap kecil juga perjuangannya. Karena dari 0 persen sampai jadi peserta Pemilu, lolos di semua provinsi se Indonesia, itu beliau,” ucapnya.

Seandainya sudah ada penggantinya, kata Daris, tentu harus melampaui pencapaian nakhoda sebelumnya. Apalagi sekarang hanya tinggal melanjutkan untuk bagaimana kedepan Partai Ummat bisa mendapatkan kursi di legislatif.

“Kemarin dari nol sampai menjadi peserta Pemilu, tapi belum dapat kursi DPR RI. Nanti kedepan targetnya dapat kursi,” katanya.

Diketahui, Ridho Rahmadi mundur dari jabatan Ketua Umum DPP Partai Ummat. Ia mengaku kesulitan membagi waktu antara mengurus partai dan menjalankan tugas sebagai Direktur Politeknik AI di Yogyakarta. Pengunduran diri Ridho diterima Majelis Syura Partai Ummat dalam Musyawarah Majelis Syura ke-8 pada Rabu, 26 Agustus 2026 lalu.

Sekretaris Majelis Syura Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo, mengatakan Ridho selama sekitar setahun harus bolak-balik Yogyakarta-Jakarta untuk menjalankan dua tanggung jawab tersebut.

“Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran, dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur Politeknik AI di Jogja,” kata Sambo dalam keterangan tertulis, Rabu (2/9/2026). (pra)