RADARBEKASI.ID, BEKASI — Sebagai bagian dari upaya mendukung proses pembinaan yang berkelanjutan, Nala Institute menghadirkan kegiatan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Salemba.
Kegiatan bertajuk “Menata Diri, Menata Masa Depan” ini menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pengetahuan, motivasi, sekaligus pengalaman yang dapat mendukung proses pengembangan diri selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan diisi dengan rangkaian sesi yang dirancang secara interaktif dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Melalui pendekatan dari sisi psikologi, warga binaan diajak untuk lebih memahami cara membangun kesadaran terhadap diri sendiri, serta melihat berbagai kemungkinan positif yang dapat dilakukan dalam proses perubahan dan pengembangan diri.
Dari sisi psikologi, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya mengenali diri, membangun pola pikir yang lebih positif, mengelola diri, serta menumbuhkan motivasi untuk melakukan perubahan. Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Ridfa Chairani, S.Psi., M.M., M.A.B selaku Founder dari Nala Institute. Melalui sesi ini, peserta diajak untuk lebih memahami diri dan membangun perspektif positif sebagai bagian dari proses perubahan.

Selain pembekalan dari sisi psikologi, kegiatan juga menghadirkan Vigo Satrio, S.Kom., M.M. selaku Founder dari Temu Moment dan Lise Visual yang memberikan materi edukasi dasar kewirausahaan. Melalui sesi ini, warga binaan mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar kewirausahaan serta pentingnya membangun pola pikir kreatif, mandiri, dan produktif sebagai bekal dalam mengembangkan potensi usaha di masa depan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasubsi Bimkemaswat Maulana Fatah Putrayanda yang hadir mewakili Kalapas Amico Balalembang dan Abdul Rachman Buyung selaku Kepala Sub seksi Sarana Kerja.
Kehadiran pihak Lapas menjadi bagian dari dukungan terhadap terselenggaranya program pembinaan yang memberikan manfaat bagi warga binaan, khususnya dalam mendorong pengembangan kepribadian, potensi, dan kesiapan mereka dalam menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
Melalui kegiatan ini, Nala Institute berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam menghadirkan program yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar, berefleksi, dan mengembangkan potensi diri.
Pembinaan diharapkan tidak berhenti pada pemberian materi, tetapi juga dapat menumbuhkan motivasi untuk menerapkan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara Nala Institute dan pihak Lapas Klas IIA Salemba diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program pembinaan yang relevan, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan.
“Menata diri untuk bertumbuh, mengembangkan potensi untuk mandiri, dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik.” (adv)











