Berita Bekasi Nomor Satu

Adopsi Konsep Ajax Amsterdam, Pemkot Bekasi Bidik Stadion Patriot Candrabhaga jadi Pusat Industri Olahraga

Foto udara Stadion Patriot Candrabhaga. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi, menghadiri acara Indonesia Sport Summit (ISS) 2026, yang digelar oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jakarta.

Kepala Dispora Kota Bekasi, Arwani mengungkapkan Pemkot Bekasi diundang dalam acara tersebut karena memiliki Stadion Patriot Candrabhaga yang berpotensi menjadi pusat industri olahraga (sport industry), hiburan (sportainment), hingga edukasi (sport education).

Langkah strategis tersebut dibahas bersama Menpora, Erick Thohir, yang juga menghadirkan perwakilan dari klub raksasa asal Belanda, Ajax Amsterdam, sebagai contoh pengelolaan Stadion yang sukses di benua Eropa.

“Kita diundang sebagai salah satu daerah yang memiliki stadion berpotensi. Kita mendengarkan success story dari Ajax Amsterdam dalam mengelola stadionnya sehingga menjadi fasilitas olahraga yang multifungsi,” ujar Arwani kepada Radar Bekasi, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, pengelolaan stadion yang profesional dan multifungsi diharapkan mampu menarik berbagai gelaran event, baik tingkat nasional maupun internasional, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

“Stadion kita kan sudah berstandar internasional, pernah dipakai Asian Games 2018 juga. Ke depan kita rencanakan menggelar berbagai event agar orang datang ke Bekasi, sehingga PAD kita ikut meningkat melalui industri olahraga,” tambahnya.

Sementara itu, Menpora Erick Thohir menyebut ISS 2026 akan menjadi salah satu pintu untuk informasi sport industry dan sport tourism di Indonesia. “Di situ menjadi satu pintu portal yang semuanya bisa memberikan akses, ya, untuk sport industry, sport tourism,” ujar Erick.

Ia menjelaskan, pengembangan platform dilakukan melalui pendekatan yang lebih rinci terhadap potensi olahraga di setiap daerah. Pemerintah tidak lagi melihat wilayah semata sebagai destinasi, namun pemerintah memetakan fasilitas olahraga yang tersedia dan kemudahan akses menuju fasilitas tersebut.

“Kalau dulu orang melihat hanya Bali, sekarang yang kita exercise itu bukan Bali-nya. Di dalam Bali itu ada beberapa fasilitas olahraga yang aksesnya seperti apa,” pungkasnya. (zak)