Berita Bekasi Nomor Satu

Jalan M Yamin Pasar Baru Belum Aman, Minim PJU hingga Jalan Berbatu

BELUM AAMAN – Pengendara saat melintasi jalan M Yamin, Bekasi Timur. Jalan tersebut belum epenuhnya aman untuk dilintasi pengendara, khususnya saat malam hari. SURYA BAGUS / RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jalan Mohammad Yamin kembali difungsikan sebagai akses kendaraan setelah pedagang direlokasi. Namun, wajah baru ruas jalan tersebut belum sepenuhnya menjamin keselamatan pengendara. Minim penerangan, bebatuan di sekitar perlintasan kereta api, hingga saluran air terbuka masih menjadi ancaman yang membayangi pengguna jalan.

Pemkot Bekasi kini melakukan pembenahan jalan dan saluran air di sepanjang Jalan Mohammad Yamin. Tetapi, pekerjaan tersebut belum tuntas sehingga sejumlah titik masih menyisakan persoalan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengakui penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut masih kurang. Dari kebutuhan yang ada, pemerintah baru memasang enam PJU dan masih membutuhkan tambahan lima titik.

“Jadi Mohammad Yamin itu harus ada penambahan kurang lebih lima PJU lagi, walaupun hari ini sudah ada enam yang dipasang,” ujar Tri saat meninjau lokasi, Selasa (15/6).

Tak hanya gelap, kondisi permukaan jalan di sekitar perlintasan sebidang juga menjadi sorotan. Bebatuan yang terdapat di sebagian ruas jalan dinilai berisiko membuat kendaraan tergelincir.
Ancaman semakin besar karena intensitas perjalanan kereta api di kawasan tersebut cukup tinggi.

“Sehingga itu akan membahayakan pengendara, di samping kemudian juga traffic-nya kereta cukup tinggi, sehingga motor slip dan sebagainya,” katanya.

Tri menegaskan, setelah dilakukan relokasi, badan jalan harus steril dari aktivitas pedagang. Penataan tersebut diperlukan agar fungsi jalan sebagai akses kendaraan tidak kembali terganggu.
Masalah lain masih terlihat pada saluran air. Sebagian sudah diperbaiki dan ditutup, tetapi sejumlah titik masih terbuka. Pemkot mengakui keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Jadi memang kita akui saluran itu kan terbuka. Itu memang karena kemampuan anggaran kita yang hari ini belum mencukupi, baru bisa kita lakukan perbaikan jalannya,” ungkap Tri.

Ia meminta masyarakat bersabar. Perbaikan permanen saluran air dijanjikan mulai dikerjakan Januari 2027.

Sebelumnya, Kepala DBMSDA Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan penggalian saluran dilakukan terlebih dahulu agar air tidak menggenang sebelum pengaspalan.

“Di awal tahun kita kerjakan permanen, sekarang kita gali, yang penting fungsional dulu,” tandasnya. (sur)