RADARBEKASI.ID, BEKASI – Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Bekasi hingga pertengahan Oktober 2026 belum ditetapkan. Waktu dan tempat pelaksanaan masih menunggu kesiapan pengurus serta koordinasi dengan Golkar Jawa Barat.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Uri Huryati, mengatakan penentuan jadwal masih menunggu kesiapan pengurus. Menurutnya, Musda membutuhkan persiapan matang dan bukan sekadar agenda seremonial.
“Untuk waktu dan tempat belum ditentukan. Penyelenggara kita, berarti kesiapan dari kita juga tentunya. Dalam Musda ini bukan hanya seremonial saja, tapi ada hal-hal yang harus dipersiapkan secara matang,” ujar Uri kepada Radar Bekasi, Selasa (13/10/2026).
Mantan anggota DPRD Kota Bekasi itu menjelaskan, DPD Golkar Jawa Barat memberikan keleluasaan kepada 27 pengurus kabupaten/kota untuk menentukan waktu dan tempat Musda. Namun, pelaksanaannya tetap harus menyesuaikan jadwal di tingkat provinsi.
Uri mengaku belum mengetahui kapan Musda Golkar Kota Bekasi akan digelar. Hingga kini, dia juga belum menerima komunikasi lebih lanjut mengenai agenda tersebut.
“Sampai saat ini saya belum ada komunikasi, saya hanya menunggu saja kapan waktunya. Pastinya nanti ada komunikasi dengan bu ketua. Jadwalnya sampai akhir tahun ini (2026) dari 27 kota/kabupaten harus melaksanakan Musda,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Penyelenggara Musda DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Astrid Laena, belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena sedang berada di luar negeri. Dia menyebut panitia masih menunggu surat jawaban dari Golkar Jawa Barat.
Di tengah belum pastinya jadwal Musda, sejumlah nama mulai disebut berpotensi bersaing memperebutkan kursi ketua DPD Golkar Kota Bekasi. Mereka adalah petahana Ade Puspitasari, Faisal, Nofel Saleh Hilabi, dan Ranny Fahd Arafiq.
Meski demikian, pendaftaran calon belum dibuka. Persaingan menuju kursi ketua masih menunggu kepastian pelaksanaan Musda dan tahapan yang akan ditetapkan partai. (pra)











