RADARBEKASI.ID, BEKASI – DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi memanfaatkan momentum HUT ke-62 Partai Golkar untuk silaturahmi perdana dengan calon pengurus setelah pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Cikarang, Rabu (21/10/2026). itu diisi dengan pemotongan tumpeng, santunan anak yatim, pengenalan calon pengurus, serta pengisian formulir pakta integritas.
“Pada hari ini di samping kita melaksanakan peringatan HUT Partai Golkar, kita juga mengadakan silaturahmi pertama setelah Musda dengan para calon pengurus,” ujar Ketua DPD Partai Golkar, Akhmad Marjuki.
Ia mengaku masih memiliki sejumlah hal yang perlu dievaluasi pada periode kedua kepemimpinannya. Karena itu, ia menambah sekitar 30 persen kekuatan baru dalam struktur DPD untuk memperkuat organisasi.
Marjuki menyebut Golkar Kabupaten Bekasi menargetkan kembali menempatkan kader pada posisi strategis pemerintahan dan legislatif, seperti yang pernah dicapai sebelumnya.
“Mimpi Golkar Kabupaten Bekasi karena kita sebenarnya tinggal meneruskan, dulu pernah punya bupati, wakil bupati, dan ketua dewan. Nah, target itu yang Kabupaten Bekasi canangkan,” ujarnya.
Dirinya berharap calon pengurus yang nantinya ditetapkan dapat bekerja maksimal untuk membesarkan partai.
“Saya berharap calon pengurus ini nanti benar-benar all out, benar-benar mau bekerja untuk kebesaran Golkar,” ungkapnya.
Di sisi lain, Marjuki mengaku menghadapi tantangan dalam menentukan susunan kepengurusan. Jumlah pendaftar yang ingin bergabung telah mencapai lebih dari 500 orang.
“Cukup sulit bagi saya menentukan kepengurusan untuk periode ini karena yang mendaftar sudah lebih dari 500 orang. Ini menunjukkan antusiasme warga Bekasi untuk bergabung cukup tinggi,” ucapnya.
Menurutnya, penentuan pengurus tidak hanya mempertimbangkan tingginya minat masyarakat, tetapi juga integritas, komitmen, dan kesiapan menjalankan tugas organisasi.
Marjuki mengaku menghadapi berbagai pendekatan selama proses penyusunan kepengurusan, mulai dari cara persuasif hingga tekanan. Namun, ia menegaskan tetap berpegang pada prinsip dalam mengambil keputusan.
“Berbagai cara dilakukan, mulai dari pendekatan yang lemah lembut hingga ancaman. Saya sudah punya pengalaman di lapangan,” tegasnya.
“Karena itu, jangan sampai tekanan ataupun godaan membuat saya kehilangan prinsip,” sambungnya.
Ia berharap kepengurusan yang terbentuk mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab sekaligus memperkuat partai menghadapi agenda politik pada 2029.
Marjuki meyakini, nama-nama yang dipilih telah melalui pertimbangan matang, termasuk ikhtiar dan pertimbangan spiritual bersama istrinya.
“Saya meyakini bahwa orang-orang yang masuk dalam kepengurusan ini merupakan pilihan yang telah melalui pertimbangan. Saya berharap mereka memiliki integritas dan mampu menjalankan tugas organisasi dengan baik,” katanya. (pra)











