RADARBEKASI.ID, BEKASI – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyindir soal pembangunan dua halte Transjabodetabek di Komsen dan Jatiasih, Kota Bekasi. Di hadapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Pramono bahkan menawarkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta turun tangan membangun halte tersebut jika Pemkot Bekasi tak kunjung menuntaskan pengerjaannya.
“Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi, “Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun?” begitu,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan seusai penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Pramono menegaskan, pihaknya siap membantu pembangunan halte tersebut. Namun, ia mengingatkan agar rencana itu tidak menimbulkan persoalan baru terkait pembagian kewenangan.
“Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah malahan. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga,” jelasnya.
Menurut Pramono, pembangunan halte perlu segera dituntaskan seiring tingginya jumlah pengguna layanan Transjabodetabek dari wilayah penyangga Jakarta. Penumpang dari Bekasi saat ini mencapai 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Sementara itu, jumlah penumpang dari Bogor berkisar 8.000 hingga 10.000 orang per hari.
“Bogor itu harian antara 8.000 sampai 10.000 (penumpang per hari), Bekasi antara 4.000–5.000,” ujarnya.
Tingginya mobilitas tersebut perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas pendukung dan konektivitas transportasi umum yang memadai, termasuk halte bagi penumpang Transjabodetabek.
Menanggapi sindiran tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan pembangunan halte di Komsen dan Jatiasih sudah memasuki tahap pengerjaan fisik, terutama pembuatan pondasi. Adapun struktur utama halte menggunakan sistem knock down yang masih dalam proses pabrikasi.
“Progresnya sekarang sedang konstruksi di Komsen dan Jatiasih. Pekerjaan fisik pondasi di lapangan sudah jalan. Tinggal proses pengadaan struktur knock down-nya saja,” kata Tri.
Pemkot Bekasi menargetkan pembangunan kedua halte tersebut rampung dan siap beroperasi pada awal Desember 2026.
“Targetnya awal Desember 2026 seharusnya sudah selesai,” tandasnya. (oke)











