Berita Bekasi Nomor Satu

Flyover Bulak Kapal Dibangun 15 November 2026, Rampung 2028

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kesiapan pembangunan flyover Bulak Kapal, Jumat (30/10/2026). FOTO: HUMAS PEMKOT

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembangunan Flyover Bulak Kapal, Kota Bekasi, ditargetkan mulai berjalan pada 15 November 2026 dan rampung pada triwulan pertama 2028

Pemerintah Kota Bekasi kini mempercepat penyelesaian pembebasan lahan sekaligus menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan Ampera dan Jalan Muhammad Yamin untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap lalu lintas.

Wali Kota Bekasi mengatakan, dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut, sebanyak 40 bidang telah dibebaskan. Sementara 36 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Kalau melihat bidangnya, dari 76 bidang yang dibutuhkan, 40 sudah selesai. Sisanya sekitar 36 bidang. Sebagian merupakan milik PJT, Kementerian Sosial, serta terdapat lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Ini sedang kita rumuskan agar ada upaya percepatan,” jelasnya.

Pernyataan itu disampaikan Wali Kota saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kesiapan pembangunan flyover Bulak Kapal, Jumat (30/10/2026).

Pemkot Bekasi menargetkan pembebasan lahan rampung pada 2 November 2026. Untuk bidang tanah yang belum dapat diselesaikan melalui pembayaran langsung, pemerintah akan menempuh mekanisme konsinyasi atau penitipan uang ganti kerugian di pengadilan.

Wali Kota juga meminta dukungan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk mempercepat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama menyangkut administrasi dan pemanfaatan lahan.

Sementara itu, kontrak pekerjaan dijadwalkan pada 14 November 2026. Dengan demikian, pekerjaan fisik di lapangan diharapkan dapat dimulai sehari setelahnya.

Untuk mempercepat pengosongan lahan, Pemkot Bekasi menginstruksikan pemilik bidang yang telah menerima pembayaran agar segera membongkar bangunannya secara mandiri. Mereka diberikan waktu sekitar satu pekan setelah pembayaran. Jika tidak dilakukan, pemerintah akan melaksanakan pembongkaran sesuai ketentuan.

Di sisi lain, Pemkot Bekasi mulai menyiapkan rekayasa lalu lintas selama pembangunan berlangsung. Jalur melalui kawasan Ampera dan Jalan Muhammad Yamin disiapkan sebagai alternatif untuk menjaga mobilitas kendaraan.

Pemkot juga mengomunikasikan kemungkinan pemanfaatan jalan frontage milik perkeretaapian sebagai jalur konektivitas tambahan yang menghubungkan Rawapanjang, Bulak Kapal, Ampera, hingga Jalan Muhammad Yamin.

Langkah tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus menjaga aktivitas masyarakat dan perekonomian di sekitar kawasan proyek.

Menurut Wali Kota, pembangunan infrastruktur tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat dengan nilai anggaran hampir Rp188 miliar. Anggaran sebesar itu dinilai akan menjadi beban cukup besar apabila seluruh pembiayaannya harus ditanggung melalui APBD Kota Bekasi.

“Anggarannya cukup besar, hampir Rp188 miliar. Kalau harus ditanggung melalui APBD, tentu cukup berat bagi pemerintah daerah. Karena itu, perhatian dan dukungan pemerintah pusat ini harus kita tangkap dengan baik. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung agar pembangunan ini bisa segera dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Ia menilai Flyover Bulak Kapal menjadi salahsatu solusi untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan, terutama di kawasan perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi titik kepadatan.

Setelah flyover beroperasi, penutupan perlintasan sebidang juga perlu menjadi bagian dari penataan lalu lintas. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi konflik antara kendaraan dan perjalanan kereta api.

Sementara itu, AHY mengatakan, pembangunan flyover tersebut direncanakan berlangsung selama 16 bulan. Pemerintah menargetkan proyek rampung pada triwulan pertama 2028.

“Secara target penyelesaian direncanakan 16 bulan. Ditargetkan di triwulan pertama 2028 selesai,” kata AHY. (oke/hum)