RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pendiri restoran legendaris Ayam Goreng Suharti, Hj. Suharti, meninggal dunia pada Jumat (30/10) malam dalam usia 86 tahun. Perempuan yang merintis usaha kuliner tersebut mengembuskan napas terakhir pukul 23.21 WIB setelah berjuang melawan stroke selama sekitar dua tahun.
Kabar duka itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Ayam Goreng Suharti pada Sabtu (31/10). Pihak keluarga memohon doa agar almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan penuh duka, kami sekeluarga mengabarkan bahwa telah berpulang ke rahmatullah Ibunda dan Eyang tercinta, Hi. Suharti,” tulis akun Instagram tersebut.
Kepergian Suharti menyisakan duka bagi keluarga, kerabat, hingga pelanggan setianya. Rumah duka di Rumah Makan Ayam Goreng Suharti, Jalan Laksda Adisucipto Nomor 208, Yogyakarta, dipadati pelayat yang datang silih berganti pada Sabtu pagi.
Berdasarkan laporan Radar Jogja, ratusan hingga ribuan orang mendatangi rumah duka. Mereka bukan hanya berasal dari kalangan keluarga dan kerabat, melainkan juga pelanggan yang selama ini mengenal Ayam Goreng Suharti sebagai salah satu ikon kuliner Yogyakarta.
Anak keempat almarhumah, Titik Nurhayati, mengungkapkan, ibunya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta. Kondisi kesehatannya terus menurun hingga harus dirawat di ruang ICU selama empat hari terakhir.
“Ibu saya itu sebenarnya sudah ada sakit stroke dari dua tahun lalu. Keluar-masuk rumah sakit. Terakhir kondisinya drop dan baru empat hari masuk ICU,” kata Titik saat ditemui di rumah duka.
Meski kesehatannya terus menurun, semangat Suharti mengembangkan usaha yang dirintisnya tidak pernah benar-benar padam. Sekitar dua tahun sebelum jatuh sakit, ia masih aktif memantau sejumlah rumah makan miliknya di berbagai daerah, seperti Makassar, Jakarta, dan Bandung.
Bagi Titik, semangat dan optimisme ibunya menjadi salah satu kunci berkembangnya Ayam Goreng Suharti hingga dikenal luas masyarakat.
“Semangatnya Ibu itu enggak pernah padam. Sejak sakit juga masih seperti itu, selalu semangat dan optimismenya luar biasa. Makanya bisa buka di mana-mana, itu karena percaya dirinya Ibu luar biasa,” tuturnya.
Banyaknya pelayat yang datang menjadi bukti tersendiri bagi keluarga tentang kesan yang ditinggalkan almarhumah. Titik mengaku bangga sekaligus terharu melihat begitu banyak orang yang memiliki kenangan dengan ibunya.
“Bangga. Biasanya kan kita tahu itu setelah kalau kita sudah ditinggalkan. Ternyata Ibu banyak teman, banyak memberi kesan ke banyak orang. Ibu baik kepada semua orang, enggak pilih-pilih,” ujarnya.
Kedekatan Suharti dengan orang-orang di sekitarnya juga tercermin dari sejumlah keinginan yang disampaikan sebelum meninggal dunia. Ia ingin prosesi pemakamannya diiringi alunan gamelan dan disambut bunga-bunga harum. Suharti juga berpesan agar keluarga menyediakan makanan bagi para pelayat.

“Makanya sekarang ini di rumah duka ada alunan gamelan, dan kami juga siapkan prasmanan untuk pelayat. Ini semua permintaan dari ibu,” papar Titik.
Duka atas kepergian Suharti tidak hanya dirasakan keluarga. Ahmad Andrianto, salah seorang pelanggan, turut datang melayat meski tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan almarhumah.
Ia mengaku kerap mengunjungi Ayam Goreng Suharti, terutama ketika mengajak keluarga atau kerabat dari luar kota menikmati kuliner khas tersebut.
“Saya bukan keluarga atau kerabat, hanya pelanggan saja dan memang cukup langganan. Kalau ada kerabat dari luar kota, saya juga sering ajak mereka ke Ayam Goreng Suharti ini. Jadi, ya rasanya sedih dan turut berdukacita atas meninggalnya beliau,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang kerabat jauh almarhumah, M. Arifin, mengatakan Suharti telah mengalami gangguan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengingat, pertemuan keluarga besar yang biasanya digelar setelah Lebaran sudah tidak lagi dihadiri Suharti dalam dua tahun terakhir.
“Sampai akhirnya tadi pagi mendapat informasi bahwa beliau sudah berpulang. Beberapa hari terakhir memang kondisinya sudah cukup drop,” katanya.
Jenazah Suharti rencananya dimakamkan pada Sabtu (31/10) pukul 14.00 WIB di Makam Keluarga Candisari, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. (oke/radarjogja)











