RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Keikutsertaan Minho SHINee dalam ajang lari maraton baru-baru ini menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena berhasil menorehkan catatan waktu yang mengesankan, idol asal Korea Selatan tersebut justru menuai kontroversi setelah muncul dugaan dirinya mendapat bantuan dari seorang pelari pemandu atau pacemaker selama perlombaan berlangsung.
Dikutip dari Soompi, Rabu (4/11), Minho akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para penggemarnya setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Kontroversi ini bermula saat Minho mengikuti JTBC Seoul Marathon 2026 yang diselenggarakan pada 1 November lalu. Dalam kompetisi tersebut, anggota SHINee itu berhasil menuntaskan seluruh rute maraton sejauh 42,195 kilometer dengan catatan waktu 3 jam 18 detik.
Pencapaian tersebut terbilang menarik perhatian, mengingat perlombaan itu merupakan pengalaman pertamanya mengikuti maraton penuh. Bahkan, Minho nyaris mencatatkan waktu di bawah tiga jam karena hanya terpaut 18 detik dari target tersebut.
Namun, pencapaian itu kemudian menjadi perbincangan setelah sebuah video beredar di internet pada 2 November. Rekaman tersebut memperlihatkan sosok yang diduga merupakan seorang pacemaker mengulurkan tangan dan tampak memberikan dorongan dari arah bawah kepada Minho ketika perlombaan berlangsung.
Video tersebut memunculkan dugaan bahwa Minho memperoleh bantuan dari pihak lain selama berlari. Situasi ini pun memicu berbagai tanggapan dari publik hingga akhirnya sang idol memutuskan untuk memberikan klarifikasi.
BACA JUGA: Kai dan Sehun EXO Siap Debut sebagai Unit Baru pada Desember 2026, Bakal Rilis Mini Album Perdana
Pada 3 November, Minho mengunggah pernyataan permintaan maaf cukup panjang melalui akun media sosial pribadinya. Ia menyampaikan penyesalan karena kejadian tersebut telah menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar maupun orang-orang yang mengikuti perjalanan maratonnya.
Minho mengakui bahwa persoalan yang terjadi merupakan akibat dari kekurangannya sendiri. Sebagai seseorang yang memiliki kecintaan dan rasa hormat besar terhadap dunia olahraga, ia mengaku merasa malu atas kejadian tersebut.
Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati ke depannya agar insiden serupa tidak kembali terulang. Minho menegaskan bahwa dirinya ingin terus berusaha menunjukkan sikap dan kemampuan terbaik dalam setiap kesempatan.
Lebih lanjut, Minho menyatakan tidak akan menganggap hasil maraton kali ini sebagai pencapaian yang bisa diterimanya begitu saja. Ia memilih menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga yang akan terus diingat untuk memperbaiki diri di masa mendatang. (mna)











