RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penggunaan ponsel pintar dalam berbagai aktivitas sehari-hari membuat masyarakat semakin bergantung pada perangkat tersebut. Mulai dari berkomunikasi, menyimpan dokumen penting, mengakses media sosial, hingga melakukan transaksi keuangan, hampir semuanya dapat dilakukan melalui HP. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat ancaman keamanan digital yang perlu diwaspadai, salah satunya penyadapan oleh hacker.
Penyadapan HP dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti penyusupan malware, pencurian informasi akun, hingga penyalahgunaan izin aplikasi. Jika tidak diantisipasi, pelaku bisa memperoleh akses terhadap informasi pribadi, percakapan, maupun data penting lainnya. Oleh karena itu, pengguna perlu menerapkan sejumlah langkah perlindungan untuk meminimalkan risiko penyadapan.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat, mulai dari memperkuat sistem penguncian hingga membangun kebiasaan menggunakan internet secara lebih bijak.
Melansir dari sibermate.com, berikut 10 langkah praktis untuk mencegah HP disadap oleh hacker.
1. Buat Password atau PIN yang Sulit Diketahui Orang Lain
Melindungi HP dari akses yang tidak diinginkan dapat dimulai dengan membuat kata sandi atau PIN yang kuat. Hindari menggunakan kombinasi sederhana yang mudah ditebak, baik oleh orang asing maupun orang-orang yang mengenal Anda.
Beberapa kombinasi yang sebaiknya tidak digunakan antara lain:
- Angka berurutan seperti 123456.
- Tanggal lahir pribadi.
- Nomor telepon.
- Kombinasi angka yang terlalu umum.
Sebagai gantinya, gunakan kata sandi dengan perpaduan huruf kapital, huruf kecil, angka, dan simbol. Kombinasi yang lebih rumit dapat mengurangi kemungkinan kata sandi ditebak melalui metode brute force maupun percobaan secara berulang.
Selain password, manfaatkan fitur keamanan biometrik seperti pemindai sidik jari atau pengenalan wajah. Fitur tersebut dapat menjadi perlindungan tambahan agar perangkat tidak mudah dibuka oleh pihak yang tidak berwenang.
2. Hindari Mengunduh Aplikasi dari Sumber Tidak Resmi
Aplikasi yang mengandung malware maupun spyware dapat menjadi salah satu sarana bagi pelaku kejahatan siber untuk memperoleh informasi dari perangkat korban. Ancaman ini sering kali muncul ketika pengguna mengunduh aplikasi dari situs yang tidak jelas keamanannya.
Karena itu, jangan mudah tergiur dengan aplikasi yang menawarkan fitur menarik atau promosi tertentu tanpa memastikan sumbernya terlebih dahulu.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memasang aplikasi, yaitu:
- Unduh aplikasi melalui Google Play Store atau Apple App Store.
- Periksa ulasan dan penilaian dari pengguna lain.
- Pastikan identitas pengembang aplikasi jelas.
- Perhatikan permintaan akses yang diberikan aplikasi.
- Hindari memasang file aplikasi dari tautan atau situs mencurigakan.
Pengguna juga perlu mewaspadai aplikasi yang meminta izin tidak sesuai dengan kegunaannya. Sebagai contoh, aplikasi senter yang meminta akses ke kontak atau permainan sederhana yang meminta izin membaca SMS patut dicurigai.
3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah atau Two-Factor Authentication
Two-Factor Authentication (2FA) merupakan fitur keamanan yang memberikan perlindungan tambahan pada akun digital. Sistem ini mengharuskan pengguna melewati dua tahap verifikasi sebelum dapat mengakses akun.
Dengan mengaktifkan fitur tersebut, penggunaan password saja tidak cukup untuk membuka akun. Pengguna juga perlu memasukkan kode verifikasi tambahan, misalnya:
- Kode OTP atau One-Time Password.
- Kode autentikasi dari aplikasi seperti Google Authenticator.
- Persetujuan melalui perangkat yang telah terdaftar.
Keberadaan 2FA dapat membantu mencegah orang lain masuk ke akun meskipun mereka telah mengetahui kata sandi pengguna.
Sebaiknya, aktifkan fitur ini pada akun penting seperti email, media sosial, dan layanan perbankan digital. Jika tersedia, gunakan aplikasi autentikator atau metode keamanan yang lebih kuat dibandingkan OTP melalui SMS. Sebab, kode SMS masih memiliki risiko apabila nomor telepon menjadi sasaran pembajakan kartu SIM atau SIM swap.
Baca Juga: Cara Melindungi Bayi dari Kabut Asap Karhutla, Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan
4. Rutin Memperbarui Sistem Operasi dan Aplikasi
Pembaruan perangkat lunak bukan sekadar menghadirkan fitur baru, tetapi juga berfungsi memperbaiki berbagai kelemahan keamanan yang ditemukan pada versi sebelumnya.
HP yang menggunakan sistem operasi lama berpotensi memiliki celah keamanan yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko perangkat terkena serangan malware maupun bentuk eksploitasi lainnya.
Untuk menjaga perlindungan perangkat, lakukan beberapa kebiasaan berikut:
- Periksa pembaruan sistem operasi secara berkala.
- Aktifkan fitur pembaruan otomatis jika memungkinkan.
- Perbarui aplikasi yang terpasang di perangkat.
- Gunakan versi perangkat lunak yang masih mendapatkan dukungan keamanan.
Jangan terlalu sering menunda pembaruan, terutama ketika tersedia perbaikan keamanan penting. Dengan menggunakan perangkat lunak terbaru yang didukung produsen, risiko akibat celah keamanan yang telah diketahui dapat dikurangi.
5. Jangan Asal Membuka Tautan yang Dikirim Orang Lain
Salah satu modus kejahatan digital yang sering digunakan untuk mencuri informasi adalah phishing. Teknik ini dilakukan dengan mengelabui korban melalui tautan atau halaman palsu yang dibuat menyerupai layanan resmi.
Tautan berbahaya tersebut bisa dikirim melalui SMS, email, WhatsApp, maupun pesan di media sosial. Jika pengguna membuka tautan dan memasukkan informasi sensitif, data tersebut berpotensi dicuri oleh pelaku.
Beberapa ciri pesan yang patut dicurigai antara lain:
- Alamat situs memiliki susunan huruf yang tidak wajar.
- Pesan menggunakan ancaman atau desakan agar segera bertindak.
- Menawarkan hadiah yang tidak masuk akal.
- Meminta informasi pribadi, kata sandi, atau kode OTP.
- Mengarahkan pengguna untuk masuk ke halaman yang menyerupai situs resmi.
Misalnya, seseorang menerima pesan yang menyatakan bahwa akun miliknya akan segera diblokir dan meminta penerima mengakses tautan tertentu.
Jangan terburu-buru mengikuti instruksi tersebut. Periksa kebenaran informasi melalui aplikasi atau situs resmi penyedia layanan. Hindari memasukkan data pribadi sebelum memastikan bahwa halaman yang dibuka benar-benar aman.
6. Kenali Gejala yang Bisa Mengindikasikan HP Bermasalah
Selain melakukan pencegahan, pengguna juga perlu mengenali perubahan yang tidak biasa pada perangkat. Beberapa gangguan tertentu bisa menjadi indikasi adanya aplikasi berbahaya atau aktivitas mencurigakan.
Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Baterai mengalami penurunan daya secara tidak wajar.
- Perangkat terasa panas meskipun tidak digunakan untuk aktivitas berat.
- Muncul aplikasi yang tidak pernah dipasang sebelumnya.
- Pemakaian kuota internet meningkat tanpa alasan jelas.
- HP sering mengalami gangguan atau melakukan restart sendiri.
Meski demikian, gejala tersebut tidak selalu berarti HP telah disadap. Baterai boros dan perangkat panas, misalnya, juga bisa disebabkan oleh aplikasi yang berjalan di latar belakang atau kondisi baterai yang sudah menurun.
Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan, segera lakukan pemeriksaan. Periksa aplikasi yang terpasang, tinjau penggunaan data, jalankan pemindaian keamanan, dan hapus aplikasi yang terbukti berbahaya.
Apabila masalah tidak dapat diatasi, pengguna dapat mempertimbangkan untuk melakukan reset pabrik setelah mencadangkan data penting. Pastikan juga akun-akun penting diamankan dari perangkat lain.
7. Manfaatkan Aplikasi Keamanan yang Terpercaya
Perlindungan HP juga dapat diperkuat dengan menggunakan aplikasi keamanan atau antivirus yang memiliki reputasi baik. Aplikasi semacam ini dapat membantu mendeteksi berbagai ancaman digital yang berpotensi membahayakan perangkat.
Beberapa fungsi yang umumnya tersedia dalam aplikasi keamanan meliputi:
- Memindai dan mendeteksi malware.
- Mengidentifikasi aplikasi yang berpotensi berbahaya.
- Memberikan peringatan ketika menemukan aktivitas mencurigakan.
- Membantu melindungi pengguna dari tautan phishing.
- Memeriksa tingkat keamanan perangkat.
Namun, pengguna tidak boleh sembarangan memasang aplikasi yang mengklaim mampu mendeteksi penyadapan. Pilih layanan keamanan dari pengembang tepercaya dan periksa reputasinya terlebih dahulu.
Hindari aplikasi keamanan tidak jelas yang justru meminta terlalu banyak izin atau menawarkan klaim perlindungan berlebihan.
8. Periksa Izin Aplikasi yang Terpasang di HP
Setiap aplikasi memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya memerlukan izin untuk menggunakan kamera, mikrofon, lokasi, maupun daftar kontak.
Namun, pemberian izin secara berlebihan dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan data. Jika aplikasi yang tidak membutuhkan fitur tertentu justru memperoleh akses ke informasi sensitif, pengguna perlu memeriksanya kembali.
Baca Juga: Cara Mengusir Ular dari Rumah dengan Aman, Ketahui Penyebab dan Tips Mencegahnya
Untuk meningkatkan keamanan perangkat, lakukan beberapa langkah berikut:
- Periksa daftar izin aplikasi melalui pengaturan HP.
- Cabut akses kamera dan mikrofon jika tidak diperlukan.
- Batasi penggunaan lokasi hanya ketika aplikasi sedang digunakan.
- Nonaktifkan izin akses kontak untuk aplikasi yang tidak membutuhkannya.
- Hapus aplikasi asing atau yang sudah tidak digunakan.
Kebiasaan memeriksa izin aplikasi secara berkala dapat membantu mengurangi peluang penyalahgunaan akses terhadap data pribadi.
9. Gunakan Koneksi Internet yang Aman
Jaringan internet yang digunakan juga berpengaruh terhadap keamanan informasi di dalam HP. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah penggunaan WiFi publik, terutama jaringan yang tidak memiliki perlindungan memadai.
Jaringan semacam ini berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan serangan siber, termasuk mencuri informasi yang dikirimkan melalui koneksi yang tidak aman.
Beberapa risiko yang dapat muncul ketika menggunakan jaringan publik antara lain:
- Pencurian informasi login.
- Penyadapan lalu lintas data.
- Serangan man-in-the-middle.
- Pengalihan pengguna ke situs palsu.
Untuk mengurangi risiko tersebut, hindari mengakses layanan penting seperti mobile banking ketika terhubung dengan WiFi publik yang tidak terpercaya.
Jika memungkinkan, gunakan jaringan seluler pribadi atau hotspot sendiri. VPN dari penyedia tepercaya juga dapat membantu mengenkripsi lalu lintas internet, meskipun tidak otomatis membuat seluruh aktivitas online bebas dari ancaman.
10. Jangan Sembarangan Memberikan Akses Perangkat dan Informasi Pribadi
Keamanan HP tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan pemiliknya. Kelalaian dalam menjaga perangkat maupun membagikan informasi pribadi dapat membuka peluang bagi orang lain untuk memperoleh akses tanpa izin.
Beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Meminjamkan HP kepada orang lain tanpa pengawasan.
- Membiarkan akun tetap terbuka di perangkat milik orang lain.
- Membagikan password kepada pihak yang tidak berkepentingan.
- Menyimpan informasi login di tempat yang mudah diakses.
- Memberikan kode OTP kepada siapa pun.
Jika pernah masuk ke akun melalui perangkat orang lain, pastikan untuk keluar atau melakukan logout setelah selesai. Periksa juga daftar perangkat yang terhubung dengan akun dan keluarkan perangkat yang tidak dikenal.
Jangan pernah memberikan kode verifikasi kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas layanan resmi.
Pada akhirnya, menjaga keamanan HP dari ancaman penyadapan membutuhkan kombinasi antara perlindungan teknologi dan kedisiplinan pengguna. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko pencurian data, akses ilegal, maupun penyalahgunaan informasi pribadi dapat diminimalkan. (mna)











