
RADARBEKASI.ID, BEKASI – “Dream be a realized”, sebuah moto hidup ini selalu menjadi semangat bagi mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) asal Kota Bekasi bernama lengkap Difiana Husein. Sejak dahulu pendidikan menjadi prioritas utama yang harus ia gapai.
Perempuan berusia 19 tahun ini bercerita, ketika masih duduk di bangku sekolah dirinya kerap diperingati oleh orangtuanya untuk tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Alasannya karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.
Hal itu tak mematahkan semangatnya untuk bisa kuliah agar dapat bekerja di tempat yang menjanjikan maupun menjadi pengusaha nanti. Dengan demikian dapat mengangkat derajat keluarganya.
Setelah lulus SMK, Difiana begitu ia disapa- mencoba mendaftar ke UNSIKA melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Hasilnya, ia lolos seleksi.
“Saya tidak pantang menyerah dan terus berusaha membuktikan kepada orangtua bahwa saya bisa berkuliah sampai akhirnya saya lolos SNMPTN di prodi S1 Akuntansi,” ungkapnya.
Ia mengaku berjualan agar bisa mendapatkan uang untuk membayar kuliah. Berdagang bukanlah hal baru, sebab sudah dirinya lakukan ketika masih duduk di bangku SMK.
“Saya jualan macam-macam biar bisa nabung dan membiayai kuliah sendiri, karena orangtua masih punya tanggungan dua orang adik aku,” katanya.
Barang yang didagangkan berganti-ganti seperti skincare, masker sheet mask, kulit lumpia goreng, pempek Palembang, salad buah, baso aci dan chesee cake oreo.
Dari usaha itu, ia menargetkan Rp200 ribu per bulan untuk ditabung. Uang itu untuk membayar uang kuliah semester 1. Dirinya bersyukur pada semester dua mendapatkan bantuan pendidikan (beasiswa) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Dari hasil dagangan, Difiana mampu membeli laptop untuk mendukung kegiatan kuliahnya. Ia berharap bisa menuntaskan pendidikan Strata 1 (S1) kelak, sehingga cita-citanya bisa terwujud. (dew)











