RADARBEKASI.ID, BEKASI TIMUR – Dikenal sebagai sosok yang pendiam, namun keras dalam komentar bila menyangkut kepentingan rakyat khususnya konstituennya di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Medan Satria-Bekasi Barat. Rudy Heryansah, salah satu anggota Fraksi PDIP di DPRD Kota Bekasi ini, mengawali karir sebagai seorang penyiar radio hingga kini menjadi politisi.
Kesuksesan karirnya sebagai penyiar radio ini dilakoni di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Disana pula, pria kelahiran Jakarta 03 Desember 1960 ini mendapatkan kepercayaan menjadi orang nomor satu di Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) sebuah organisasi setingkat PWI tahun 1992-1995.
“Saya siaran di dua stasiun radio itu terakhir sampai tahun 1988, sebelum akhirnya saya pindah ke Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Disana saya masih bekerja sebagai penyiar di Radio Mercurius, dan dipercaya juga untuk menjadi sales Eksekutif Radio tersebut sejak tahun 1988 – Agustus 1991,” kata Rudy yang juga pernah menjadi pelatih kepala Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jakarta Pusat sambil mengenang masa lalunya.
Lanjut, Wakil Ketua bidang Industri, Tenaga Kerja, UMKM dan Jaminan Sosial DPC PDIP Kota Bekasi menuturkan, selama tiga tahun kurang berkarir itu keahlian dalam bidang penyiaran itu seakan membuat pimpinan di radio tempatnya bekerja merasa puas dengan pekerjaan yang dilakoni olehnya, hingga di akhir tahun 1991 tepatnya di bulan Oktober, Rudy diangkat jadi Deputy General Manager Radio tersebut.
Bahkan satu tahun berselang, Rudy akhirnya memperoleh posisi tertinggi dalam kariernya untuk menjabat sebagai General Manager atau penanggungjawab di Radio Mercurius, tepatnya sejak Oktober 1993- Mei 1996. Seiring dari jabatan itu dia pun didapuk jadi Ketua PRSSNI Sulawesi Selatan, sekaligus Sekretaris Asosiasi Manager Cabang Ujung Pandang di masa periode 1993-1996.
Ditengah sukses sebagai pimpinan Radio itu, pria yang pernah rasakan sekolah Perguruan Rakyat tahun 1974 ini mengungkapkan, turut diperbantukan oleh ABRI, untuk pimpin Radio Lorosae Top FM yang merupakan Radio ABRI sekitar hampir dua tahun.
Seiring berjalannya waktu, Rudy pun memilih untuk kembali ke tanah kelahirannya Jakarta. Namun, dunia kerja di bidang penyiaran tidak lantas ditinggalkan begitu saja, karena waktu itu dirinya mendapat kepercayaan untuk bisa tetap menjabat sebagai General Manager di Radio Top FM Cilegon. Sampai akhirnya, dia pun benar-benar pensiun dari dunia kerjanya tersebut di tahun 2000, dan beralih menjadi Regional Marketing Manager Perusahaan PT Media Network Consultant selama dua tahun atau sampai 2002.
“Waktu di Perusahaan ini saya pegang posisi jabatan sebagai Koordinator Indonesia Timur meliputi, Bali, Makassar, Palu, dan Dili. Dan ini perusahaan di bidang perancangan instalasi sistem jaringan, setelah bekerja disana terus saya ini akhirnya focus merintis usaha di bidang outsourcing, dan sampai saat ini,” terangnya. (mhf)











