RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, menilai proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam satu minggu ini, sudah berjalan dengan baik. Di mana, selam pelaksanaan PTM, DPRD belum mendapat laporan terkait keluhan dari masyarakat.
Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi. Menurutnya, selama mengikuti proses simulasi dan sosialisasinya di beberapa satuan pendidikan, baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP), persiapan soal infrastruktur sudah memadai.
“Sejauh ini, beberapa sekolah yang kami pantau, sudah mengikuti protokol kesehatan (prokes) dan infrastrukturnya memadai, baik SD maupun SMP,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (13/9).
Namun kata dia, dalam satu minggu ini, DPRD belum menerima laporan seperti munculnya klaster baru, dan sebagainya. “Kami belum menerima laporan adanya klaster baru atau kendala selama PTM. Tapi, kami terus memantau dan monitoring setiap hari,” terang Rusdi.
Ia berharap, di tengah pandemi Covid-19 ini, PTM butuh kerjasama dari semua pihak, baik orang tua, guru, pihak sekolah, pemerintah, maupun DPRD, agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.
“Kuncinya adalah prokes, tidak ada negosiasi dan kompromi soal ini. Harapan saya, semua bisa bekerja sama,” imbuh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Tambun Selatan, Annisa menuturkan, selama PTM, pihaknya menerapkan formula 50 persen hadir di sekolah sesuai dengan jadwal, ada kelompok A dan B. Dia menjelaskan, kelompok A dibagi absen lebih awal, yaitu nomor satu sampai 20. Berikutnya, kelompok B nomor absen 21 sampai dengan 40.
“Selama satu minggu pelaksanaan PTM, ketentuan-nya satu siswa masuk tiga hari. Satu harinya dua jam, yang berisi empat mata pelajaran. Masuk dari pukul 08:00 WIB sampai pukul 10:00 WIB,” tegas Annisa. (pra)











