
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hampir seluruh satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di wilayah Kota maupun Kabupaten Bekasi sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen.
“Untuk Kota dan Kabupaten Bekasi memang belum semua, tapi hampir 70-80 persen sudah melaksanakan PTM 100 persen. Jadi bisa dikategorikan dengan beberapa klasikal ada yang 100 persen dan 75 persen,” ucap Kepala Seksi Pengawasan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Muhammad Nurdin.
Hal itu dikatakan Nurdin saat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum memantau pelaksanaan PTM di SMKN 11 Bekasi, Senin (24/1). Dengan pemantauan yang dilakukan oleh Wagub beberap waktu lalu dan saat ini, ujar dia, sangat membantu jalannya proses PTM di masing-masing satuan pendidikan.
“Kami sangat senang ya, artinya Wagub Provinsi Jawa Barat ini sangat perhatian sekali terhadap pelaksanaan PTM 100 persen, khususnya di Kota Bekasi,” ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa secara rutin pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM 100 persen. “Evaluasi tentu masih ada, kami memiliki pengawas yang KCD tugaskan untuk terjun ke lapangan. Karena per pekan itu pengawas kumpul dan melaporkan hasil evaluasi PTM di wilayah binaannya,” jelasnya.
Wagub Uu menekankan pentingnya pemantauan pelaksanaan PTM 100 persen. “Sudah diizinkan 100 persen, namun Provinsi Jawa Barat tidak begitu saja melepas pelaksanaannya. Makanya dilakukan pemantauan melalui Disdik Provinsi, KCD dan pengawas,” ujar Wagub.
Ia menegaskan, satuan pendidikan yang melaksanakan PTM 100 persen harus mematuhi beberapa ketentuan protokol kesehatan (prokes). Antara lain, tidak membuka kantin terlebih dahulu, siswa membawa alat makan sendiri serta tetap menerapkan jaga jarak.
“Pelaksanaan PTM dapat dilakukan, namun disesuaikan dengan kemampuan prokes dari masing-masing sekolah,” tukasnya.
Kepala SMKN 11 Bekasi Kurniawan menyampaikan, bahwa sekolah yang ia pimpin saat ini masih melaksanakan PTM 75 persen karena keterbatasan ruang kelas.
“Kondisi ruangan yang belum memungkinkan membuat SMKN 11 Bekasi, belum bisa melaksanakan PTM 100 persen. Karena kapasitas ruangan yang belum memungkinkan, seharusnya kami memiliki 32 ruangan tetapi yang ada baru 25, sehingga kita tidak ingin memaksakan PTM 100 persen,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam PTM 75 persen pihaknya memprioritaskan bagi siswa kelas 12. “Dari pelaksanaan PTM 75 persen ini kami memprioritaskan kelas 12 nya dahulu, karena siswa kelas 12 nya akan menghadapi ujian,” jelasnya.
Menurutnya, protokol kesehatan sudah diterapkan dengan baik oleh SMKN 11 Bekasi. Saat ini, sekolah juga sudah memiliki QR Code PeduliLindungi di beberapa titik kelas. (dew)











