Berita Bekasi Nomor Satu

Kampus Harus Dorong Dosen Tingkatkan Kualitas Penelitian

ILUSTRASI: Dosen UNKRIS asyik berbincang dengan mahasiswa. Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi menyambut baik rencana Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk melipatgandakan anggaran program matching fund. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI
ILUSTRASI: Dosen UNKRIS asyik berbincang dengan mahasiswa. Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi menyambut baik rencana Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk melipatgandakan anggaran program matching fund. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah perguruan tinggi swasta di Kota Bekasi menyambut baik rencana Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim untuk melipatgandakan anggaran program matching fund. Agar kenaikan anggaran ini maksimal, perguruan tinggi harus mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas penelitian.

Diketahui, program tersebut adalah insentif kepada perguruan tinggi yang mampu membangun kemitraan dengan industri untuk mengembangan inovasi.

Ketua Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Kebangsaan Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Susetya Herawati mengatakan, rencana itu merupakan kabar baik bagi perguruan tinggi.

“Baguslah, artinya Kemendikbudristek menyokong industri untuk bergerak dengan memanfaatkan hasil riset dalam negeri yang dilakukan para dosen dan mahasiswa di kampus-kampus Indonesia,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (27/1).

Lebih lanjut dikatakannya, selama ini hasil riset dan kebutuhan industri belum serasi. “Selama ini kan hasil riset dan kebutuhan industri belum klop, jadi hasil riset masuk laci saja,” katanya.

Dengan rencana Menteri  Nadiem untuk melipatgandakan anggaran program matching fund, maka perguruan tinggi juga harus mampu memberikan hasil yang optimal.

“Jangan sampai kebijakannya sudah bagus yaitu mendukung perkembangan program tersebut, tapi perguruan tinggi tidak bisa memberikan hasil yang maksimal,” ucapnya.

Menurutnya, penting bagi perguruan tinggi untuk mendorong para dosen agar mampu melakukan penelitian yang lebih aplikatif dan solutif yang outputnya bagi masyarakat.

“Salah satunya mendorong para dosen untuk mampu melakukan penelitian yang lebih aplikatif dan solutif outputnya bagi masyarakat setelah diolah atau diproduksi oleh dunia industri,” jelasnya.

Selain itu, dunia industri juga akan semakin maju jika riset-riset yang dilakukan oleh para akademisi mampu menjawab kebutuhan pasar. “Menjadi win-win solution antara perguruan tinggi dan industri. Ini yang bisa didapatkan nantinya,” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Wakil Rektor 1 Universitas Bina Insani Kota Bekasi Shalahuddin. Pihaknya pun menyambut baik rencana Menteri Nadiem tersebut.

“Tentu kita sambut baik kalo memang ada penambahan anggaran tersebut,” terangnya.

Terpenting, ujar dia, adanya kejelasan kriteria dan kesempatan antara perguruan tinggi negeri dan swasta untuk mendapatkan dana program tersebut. (dew)