Pendidikan

Perguruan Tinggi Asing Beroperasi di Indonesia Tuai Protes

Radarbekasi.id – Kebijakan pemerintah mengizinkan perguruan tinggi asing beroperasi di Indonesia kembali menuai protes. Kali ini disampaikan oleh Ketua Yayasan Pencerdasan Bangsa Abadi Ika Setiawan.

Abadi mengungkapkan, kebijakan tersebut sama saja mematikan kehidupan kampus dalam negeri. Bahkan bisa memicu liberalisasi pendidikan tinggi di Indonesia.
Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut. Diketahui, kata dia, sejumlah perguruan tinggi asing diberi izin beroperasi di Tanah Air.

Seperti University of Cambridge, Melbourne University, Monash University, National Taiwan University, hingga sejumlah perguruan tinggi di Timur Tengah. Ia mempertanyakan hal apa yang mendesak sehingga pemerintah memberikan izin kampus asing beroperasi di Indonesia

”Apa urgensinya pemerintah memberikan izin perguruan tinggi asing beroperasi di Indonesia? Bagaimana dengan kurikulumnya?,” ujar Abadi, dikutip Rakyat Merdeka (Group Radar Bekasi).

Adanya kampuas asing itu, ujar dia, akan membuat persaingan perguruan tinggi semakin ketat. Namun, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, justru malah menyambut baik rencana Monash University buka cabang baru di Jakarta.

”Apakah dunia pendidikan tinggi kita begitu parah, sehingga menteripun buka keran itu? Apa urgensi dan persyaratannya?. Seharusnya, menteri membenahi perguruan tingi kita jika memang begitu parah, bukan justu mencari gampangnya saja. Membuka keran perguruan tinggi asing,” ujar pengamat pendidikan ini.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar dapat melakukan pembinaan dan mencari solusi terkait kebijakan tersebut. ”Apakah perguruan tinggi kita juga bisa buka di luar negeri?,” ucapnya.

Abadi mencontohkan Malaysia. Jika membuka kampus negara itu, persyaratannya sangat ketat. Hingga nyaris tak bisa dipenuhi.

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan terkait dengan tanggung jawab pemerintah untuk dapat mencetak lulusan yang berwawasan kebangsaan Indonesia. Ketika pemerintah membiarkan kampus asing seenaknya menyusupkan budaya mereka melalui pendidikan. Sehingga generasi Indonesia lupa dengan jati dirinya.

”Perlu diingat kita punya kultur tersendiri dalam mendidik putra-putri bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap pemerintah dapat lebih fokus lagi untuk membenahi kualitas perguruan tinggi di Indonesia. ”Kasih bantuan sebanyak-banyaknya untuk riset dan kirim dosen belajar di universitas ternama diluar negeri,” pungkasnya. (dew/jon)

Related Articles

Back to top button