Metropolis

Tekan Harga Gula, Kemendag Lakukan Operasi Pasar

Operasi Pasar
OPERASI PASAR : Menteri Perdagangan RI Agus Suparmanto meninjau persedian bahan pokok saat Operasi Pasar di Pasar Baru Bekasi, Kota Bekasi, Selasa (26/5). Kementrian Perdagangan RI menyediakan 4 ton gula pasir perhari untuk menjaga kestabilan harga gula yang masih tinggi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

BEKASI, RADARBEKASI.ID – Harga gula di Kota Bekasi relatif tinggi. Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, tingginya harga gula yang mencapai Rp17 ribu/kg telah terjadi sejak bulan Maret lalu.

Menindaklanjuti tingginya harga gula, Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI), Agus Suparmanto melakukan operasi pasar di Kawasan Pasar Baru, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (26/5/2020).

Dia menemukan harga gula masih berada pada angka Rp16 ribu hingga Rp17 ribu ata selisih kenaikan harga 28 hingga 36 persen dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp12.500 per kilogram

“Keterkaitan dengan adanya mata rantai distributor yang panjang, karena produsen keluarnya Rp11 ribu, saya temui di sini beberapa masih Rp16 dan Rp17 ribu,” kata Agus, Selasa (26/5/2020).

Agus mengatakan, operasi pasar akan dilakukan setiap hari hingga harga komoditas terutama gula dipastikan menurun.

Terus menerus setiap hari, sampai harga gula stabil aritnya bukan stabil aja, artinya harga menurun seminimal mungkin,” tegasnya.

Penyebab lonjakan harga gula ini tengah ditangani oleh Satgas Pangan. Untuk menjaga kestabilan harga, Kementrian Perdagangan bekerja sama dengan produsen gula untuk memasok ketersediaan ke Pasar Baru Bekasi setiap Bekasi.

Dirinya juga menambahkan, beberapa komoditas lain seperti cabai dan bawang bombay dilaporkan mengalami penurunan harga. Sementara harga bawang merah masih tinggi yakni sebesar Rp60 ribu per kilogram.(sur)

Related Articles

Back to top button