Pendidikan

Pembelajaran Daring Diklaim Atasi Kekurangan Guru

Radarbekasi.id – Kekurangan tenaga pendidik berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) jenjang SD dan SMP di Kota Bekasi, tak akan tercukupi pada tahun ini. Pasalnya, tak ada rekrutmen CPNS 2020 akibat pandemi Covid-19.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi, menyatakan, kekurangan guru di masing-masing sekolah diklaim bisa teratasi dengan adanya pembelajaran daring.

Kepala Sub Bagian Kepegawaian Disdik Kota Bekasi Yanti Mariawati mengatakan, tidak adanya rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 tentu sangat berpengaruh. Pasalnya, profesi guru tak bisa gantikan.

“Pasti berpengaruh karena profesi guru sendiri tidak bisa digantikan oleh profesi apapun, contohnya seperti saya meskipun lulusan dari pendidikan tapi belum tentu saya bisa mengajar. Jadi memang harus benar-benar mencari lulusan pendidikan guru,” ujar Yanti, kepada Radar Bekasi, Rabu (15/7).

Berdasarkan data yang dihimpun dalam laman resmi Dapo Dikdasmen Kemendikbud, sekolah negeri jenjang SD berjumlah 357 dan SMP berjumlah 49.

Sementara, Disdik Kota Bekasi mencatat, jumlah guru berstatus PNS berjumlah sekitar 7.253. Sedangkan kebutuhan guru saat ini berjumlah sekitar 8.371.

Lebih lanjut Yanti mengungkapkan, setiap tahun sekolah mengajukan kebutuhan guru. Dengan kondisi ini, maka setiap guru harus lebih ekstra dalam mengajar.

“Memang kasihan, tetapi memang itu sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk bisa menyampaikan materi secara menyeluruh,” ujarnya.

Sekolah yang kekurangan guru dinilai dapat teratasi saat ini dengan proses pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19.

“Saat ini proses pembelajaran masih dilaksanakan secara daring, insya allah semua bisa teratasi dengan jumlah guru yang dimiliki oleh masing-masing sekolah. Yang terpenting siswa bisa mendapatkan haknya yaitu materi pembelajaran,” katanya.

Yanti berharap kebutuhan guru bisa segera terpenuhi, Sehingga beban guru dapat lebih ringan. “Kita berharap keterbutuhan guru bisa terpenuhi sehingga beban guru bisa teringankan,” ujarnya. Namun kata dia, perekrutan guru tak bisa dilakukan sembarangan. Karena pemerintah mesti memikirkan anggaran untuk membayar gaji. (dew)

Related Articles

Back to top button