BEKACITIZEN

Sukses Belajar Daring, Guru Kreatif dan Orangtua Aktif

Oleh: Suhermi Widiastuti, M.Pd (Guru SMAN 9 Kota Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penyebaran virus Corona (Covid-19) ke seluruh dunia memicu kekhawatiran semua pihak, termasuk di Indonesia. Dalam upaya menekan penyebaran virus tersebut, pemerintah dengan sigap mengambil kebijakan di segala bidang, termasuk dalam bidang pendidikan.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberlakukan kebijakan belajar dari rumah. Pembelajaran langsung atau tatap muka dihentikan sementara. Guru harus menghadirkan pembelajaran dalam jaringan (daring) yang bisa diakses siswanya dari rumah masing-masing.

Pada sistem pembelajaran seperti ini, peran guru dan orangtua sangat penting dalam mendukung proses anak belajar di rumah. Keduanya mesti membangun kolaborasi yang baik untuk memaksimalkan kegiatan belajar anak di rumah. Kreativitas guru dan keaktifan orangtua dalam menghadirkan pembelajaran daring yang menarik dan menyenangkan tentu akan sangat menentukan besarnya minat siswa terhadap kegiatan belajar tersebut.

Para guru ditekankan untuk mendesain sekreatif mungkin metode dalam menyampaikan materi belajar, juga dalam pemberian tugas-tugas bagi peserta didik selama di rumah agar tidak menimbulkan kebosanan dan beban berlebihan bagi siswa dan orangtuanya. Keharusan untuk menjadi guru yang kreatif pada sistem pembelajaran daring ini tentunya menuntut guru untuk terus belajar dari berbagai sumber belajar.

Dan sisi positif dari sistem belajar daring seperti ini salah satunya adalah menciptakan guru-guru pembelajar. Guru-guru yang memiliki keinginan untuk selalu memperbaharui keilmuannya seiring kebutuhan zaman, terlebih dalam kondisi sekarang ini. Tapi keberhasilan dari seorang guru yang kreatif akan tidak maksimal jika tidak disinergikan dengan keaktifan orangtua dalam mendampingi anaknya melakukan sistem  pembelajaran daring ini.

Guru dan orangtua siswa perlu membangun komunikasi agar pembelajaran secara daring ini tetap terlaksana sesuai dengan hasil yang diharapkan tidak jauh dengan pembelajaran tatap muka. Selain itu, guru dengan kreativitasnya juga orangtua dengan keaktifannya harus mampu menciptakan budaya belajar di sekolah ke dalam rumah (ruang keluarga) para peserta didik. Artinya, dengan berbagai tugas yang disiapkan itu, para guru mengondisikan keadaan siswa seperti halnya di sekolah. Pendampingan dan keaktifan orang tua dalam membersamai anak akan menentukan sejauh mana kegiatan belajar di rumah akan bermanfaat dan efektif.

Para orangtua siswa tentu memahami bahwa meski di rumah, anak mereka tetaplah harus konsentrasi dan serius pada proses pembelajaran daring yang berlangsung. Keaktifan, dukungan dan pengertian para orangtua sangat dibutuhkan, karena memang orangtua tentu turut memberikan pendidikan kepada anak, dan dalam kondisi saat ini akan lebih memahami apa saja yang menjadi tugas para guru di sekolah. Orangtua sepatutnya memiliki kepahaman dengan sistem daring ini akan selalu melakukan pengawasan kepada anaknya, tugas apa yang harus dikerjakan dan apakah telah diselesaikan. Namun permasalahan yang banyak muncul adalah ketika ada orangtua yang masih tidak paham dengan teknologi apalagi tentang internet. Keaktifan orangtua dalam belajar mengatasi permasalahan ini juga menjadi salah satu penentu keberhasilan sistem pendidikan daring ini.

Proses pengerjaan tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa kadangkala cukup membuat mereka menyita waktu ataupun energi, lebih-lebih bagi mereka yang tidak terbiasa apalagi dalam pembelajaran daring ini, seperti dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mendukung keberhasilannya. Seharian putra-putri mereka berada di dalam rumah sibuk menyelesaikan tugas dari para guru. Banyak pula yang mengeluhkan, kurang efektifnya pembalajaran dengan sistem ini, baik  dari segi penyampaian materi, waktu dan pemberian tugas individu yang terkadang memberatkan siswa. Bahkan ada sedikit dari pengajar hanya memberikan tugas yang menumpuk dengan batas waktu yang singkat, namun kurang memberikan arahan atau bimbingan. Karenanya butuh evaluasi yang baik agar dapat menyelesaikan permasalahan ini, tentu dengan komunikasi yang dilakukan dengan berbagai pihak terkait.

Selain kreativitas dan inovasi pembelajaran daring yang dilakukan guru, salah satu syarat utama agar belajar dari rumah bisa maksimal adalah adanya kemandirian siswa dalam belajar. Sebab, sistem belajar online minim kontrol dan dampingan dari guru secara langsung. Hanya melalui arahan dan panduan guru dalam menyampaikan materi dan penugasan melalui daring, yang tentu saja kurang maksimal daripada melakukannya secara langsung, untuk selanjutnya siswa diharapkan memiliki kesadaran untuk belajar secara mandiri.

Maka, sistem pembelajaran daring ini dapat dijadikan sebuah kesempatan melatih kemandirian siwa dalam belajar. Momen belajar di rumah juga bisa menjadi kesempatan berharga bagi orangtua untuk membangun kedekatan antara anak dengan orangtua. Dalam pengawasan dan pengendalian siswa dalam belajar sangat lah membutuhkan peran orangtua. Karena, kemampuan akademis yang mencakup seluruh aspek karakter, sikap dan pengalaman, tidaklah semata-mata tanggung jawab sekolah. (*)

Related Articles

Back to top button