Metropolis

Rp150 Miliar Perbaiki Jalan Rusak

BUTUH PERBAIKAN: Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraannya saat melintasi jalan rusak di kawasan Kalimalang, depan Pasar Sumber Arta, Bekasi Barat, Kota Bekasi, belum lama ini. Jalan rusak di kawasan tersebut membahayakan keselamatan pengguna jalan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengalokasikan anggaran sebesar Rp150 miliar untuk penanganan jalan rusak di sejumlah ruas jalan Kota Bekasi tahun 2021 ini.

Diketahui masuk musim penghujan, kondisi jalan yang rusak banyak dijumpai. Pantauan Radar Bekasi kerusakan terjadi di jalur penghubung Bekasi-Jakarta yaitu Jalan KH Noer Ali, Jalan Chairil Anwar, Jalan Jenderal Sudirman dan Sultan Agung. Serta sejumlah jalan lainnya.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Widayat Subroto membenarkan kondisi tersebut, diperkuat hasil pantauan Unit Reaksi Cepat (URC).

“Melihat hal itu tim kita URC dalam pemantauan ada juga yang langsung di kerjakan salah satu di Jalan Jenderal Sudirman dan beberapa jalan lagi,” kata Widayat kepada Radar Bekasi, Kamis (4/2).

Untuk pemantauan, lanjut dia, prosesnya sedang berlangsung termasuk tahap pengerjaan. Terparah diakuinya berada di Jalan Kalimalang Pondokgede

“Apabila tidak terlalu besar kerusakannya itu akan langsung di kerjakan. Apabila besar kerusakannya akan dilakukan kegiatan apabila anggarannya juga besar,” ujarnya.

Untuk tahun 2021 ini di Bidang Bina Marga mendapatkan anggaran sebesar Rp150 Miliar. Anggaran tersebut diperuntukan untuk perbaikan dan pembangunan jalan

“Kalau untuk perbaikan jalan dan pembangunan kita mendapat anggaran Rp150 miliar ya. Untuk data yang rusak dan telah di tangani saat ini sedang dilakukan proses pendataan. Nanti kalau sudah terdata saya akan beritahu lagi,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Syariffudin mengaku, pihaknya berharap di musim penghujan ini Pemerintah Kota Bekasi melalui DBMSDA bekerja cepat melakukan langkah-langkah antisipasi atas potensi hujan dan dampak-dampak lainnya, termasuk jalan rusak.

Dikarenakan, tahun 2021 ini DBMSDA mendapatkan anggaran APBD Kota Bekasi mencapai Rp700 miliar lebih. Itu diperuntukan untuk perbaikan jalan pembangunan jalan, pengendalian banjir dan penerangan jalan umum dan taman.

“Karena dampak yang ditimbulkan di musim hujan ini adalah banjir dan kerusakan jalan. Maka dengan adanya anggaran itu DBMSDA harus cepat mengambil langkah perbaikan secepatnya dan memperbanyak tim URC nya untuk memonitor dan perbaikan,” katanya.

Jangan sampai, lanjut dia, jalan rusak dibiarkan dan akan menjadi semakin parah. Khususnya di jalan-jalan raya yang ada di Kota Bekasi. Sehingga tidak menimbulkan kecelakaan dan korban jiwa.

“Saya harap segera dilakukan perbaikan atas kerusakan jalan yang ada,” ucapnya.

Kemudian, potensi banjir langkah-langkah cepat juga perlu di ambil oleh DBMSDA. Melalui Bidang SDA untuk segera melakukan komunikasi dengan PUPR pusat dan lainnya.

Langkah tersebut supaya dapat terealisasinya proses normalisasi Kali Bekasi. Sehingga antisipasi banjir bisa dilakukan agar tidak meluas.

“Kita tahu banjir 2020 jangan sampai terulang kembali tahun ini. Sehingga antisipasi banjir di Kota Bekasi tertangani. Salain itu Perda drainase juga sudah dimiliki Kota Bekasi. Harapan kita itu bisa dijalankan supaya aliran air masyarakat bisa lancar dan tidak menimbulkan genangan,” terangnya.

Selain itu, untuk melakukan langkah-langkah tersebut, Komisi II DPRD Kota Bekasi selaku mitra dari DBMSDA akan mensupport dan melakukan pengawasan serta koordinasi langkah-langkah yang di ambil DBMSDA.

“Saya ingin program di tahun 2021 ini dapat di kerjakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya. (pay)

Related Articles

Back to top button