Bekasi

Pengetatan Masuk Bekasi Diperpanjang

TEST ACAK : Petugas kesehatan melakukan tes swab antigen kepada pengendara yang dilakukan secara acak di pos penyekatan Sasak Jarang Bekasi Timur, Minggu (16/5). Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi pemudik yang tidak membawa surat bebas Covid-19. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemeriksaan secara ketat akan dilakukan bagi para pendatang yang memasuki wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pemeriksaan di perbatasan akan terus dilakukan hingga 24 Mei mendatang. Pengetatan dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Petugas di tiap pos penyekatan dan cek poin akan melakukan pemeriksaan surat bebas Covid-19 dan rapid test antigen kepada pelaku perjalanan yang melintas. Selama pelaksanaan KRYD hingga 24 Mei mendatang, sanksi putar balik tetap dilaksanakan.

Pemeriksaan secara acak kepada pemudik yang kembali dari kampung halaman juga dilakukan oleh petugas gabungan di pos penyekatan dan cek poin. Pagi kemarin, puluhan pemudik yang kembali dari kampung halaman terjaring dan dilakukan pemeriksaan rapid test antigen di Pos Penyekatan Tomyang, Jalan Inspeksi Kalimalang, perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bekasi.

Satu persatu pemudik dilakukan rapid test sebelum memperoleh hasil mengenai kondisi kesehatan masing-masing. Bagi pemudik yang mendapatkan hasil non reaktif dipersilahkan kembali melanjutkan perjalanan, sedangkan bagi yang reaktif dilanjutkan dengan pemeriksaan swab test.

Pemeriksaan secara acak kepada pemudik dipusatkan di kawasan Tomyang dan Sasak Jarang, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pergerakan pemudik diprediksi terjadi mulai kemarin hingga sepekan mendatang.”Nanti yang masuk sini kan kita cek dulu secara random,” kata Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Agung Pitoyo Putro, Minggu (16/5).

Sejak pagi hari hingga pukul 10.30 WIB, total sudah 90 pemudik dilakukan pemeriksaan. Total setiap hari petugas mempersiapkan 800 alat rapid test antigen. Pemeriksaan secara acak dilakukan bergilir untuk menghindari kepadatan lalu lintas pemudik di sekitar lokasi posko.

“Kalau ada yang reaktif kita bawa ke rumah sakit umum daerah untuk melakukan pemeriksaan dengan PCR, kalau positif kita isolasi di stadion Patriot,” tambahnya.

Menyusul kegiatan KRYD guna melakukan pengetatan kepada pelaku perjalanan usai lebaran, ia memastikan dua pos penyekatan dan dua pos cek poin pada periode peniadaan mudik tetap beroperasi.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menegaskan pos pemeriksaan arus balik menuju Jabodetabek akan terus dilaksanakan hingga akhir Mei 2021.

“Kita akan laksanakan paling tidak hingga tujuh hari pertama atau nanti menunggu kebijakan apakah hingga akhir Mei,” katanya.

Dikatakannya, masyarakat yang akan kembali ke wilayah hukum Polda Metro Jaya usai mudik sebaiknya membawa surat bebas Covid-19 dan hasil tes antigen. Hal itu untuk memudahkan perjalanan masyarakat yang masuk wilayah Jabodetabek.“Sehingga ketika ada pemeriksaan dia tinggal tunjukkan kalau sudah kita tidak akan periksa,” katanya.

Sebelumnya, pihaknya telah menyiapkan 12 titik pos pemeriksaan surat bebas Covid-19 bagi pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.Petugas akan memeriksa kelengkapan surat bebas Covid-19 dan hasil antigen terhadap masyarakat yang memasuki Jakarta secara acak (random).

Apabila ada kendaraan yang tidak membawa surat keterangan bebas Covid-19, maka petugas akan mengarahkan kendaraan tersebut ke posko yang telah disediakan untuk menjalani tes usap antigen.

“Kalau ada yang reaktif maka yang bersangkutan kita akan periksakan, kita bawa ke Wisma Atlet untuk dilanjutkan dengan PCR dan selama menunggu hasil PCR maka dia akan menjalani isolasi,” katanya.(sur/fin/jpg)

Related Articles

Back to top button