Metropolis

Pembukaan Mal Tunggu Pusat

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Pemerintah Kota Bekasi belum berencana membuka kembali pusat perbelanjaan atau mal, dan masih menunggu kebijakan pemerintah pusat menyusul Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berjalan.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Tedi Hafni mengatakan, saat ini pihaknya bekerjasama dengan sejumlah mal untuk membuka gerai vaksinasi.

“Kita tunggu keputusan dari pusat ya terhadap (pembukaan) mal. Karena kemarin yang dibuka baru mal yang ada di empat Kota. Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya,” kata Tedi ketika dikonfirmasi Radar Bekasi, Minggu (15/8).

Diakuinya perlu pemerataan vaksinasi, sebelum mal kembali beroperasi. Utamanya vaksinasi bagi pegawai mal hingga pengunjung.

“Sekarang kita sedang lakukan percepatan vaksinasi dengan membuka gerai di 19 mal yang ada di Kota Bekasi. Kita sedang persiapkan,” ucapnya.

Ia juga memastikan jangan sampai mal dibuka, Kota Bekasi belum siap. Maka dari itu, pihaknya saat ini sedang mendorong gerai vaksinasi di belasan mal.

“Kita tunggu kabarnya besok (hari ini) ya dari pusat. Apakah mal di Kota Bekasi sudah bisa dibuka atau belum. Karena besok (hari ini) Senin (16/8) PPKM terakhir,” ujarnya.

Jika sudah ada kepastian dari pusat baru pihaknya akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut. Namun pihaknya tetap menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat. Pemerataan vaksinasi juga coba dilakukan dengan menyasar pedagang pasar tradisional.

“Untuk vaksinasinya, Nakesnya akan disiapkan oleh Dinkes. Kita akan mengkoordinir bagi pegawai mal pengunjung dan di pasar tradisional,” terangnya.

Ia berharap semua menyadari bahwa vaksinasi itu penting dan tentunya setiap masyarakat dan pelaku usaha harus memiliki kesadaran yang sama.

“Mulai hari ini kita sudah mulai membuka gerai-gerai di setiap mal. Tempat-tempatnya akan disiapkan oleh pihak mal. Kita juga akan siapkan Nakes, alat kesehatannya dan vaksin. Para pengusaha juga sudah kita kumpulkan dan kita berikan arahan agar tidak kaget seperti di empat kota yang sudah buka malnya,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Bekasi, Djaelani mengatakan, beberapa waktu lalu pengusaha mal dikumpulkan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Membahas rencana pembukaan mal-mal di Kota Bekasi.

“Kapan realisasi untuk pembukaan mal di Kota Bekasi, tentunya kita mengikuti peraturan perusahaan tingkat provinsi maupun daerah,” katanya.

Pengecekan surat vaksinasi lewat aplikasi peduli lindungi juga sudah dipersiapkan sejumlah mal. Nanti pengunjungnya hanya menunjukan barcode. Pihaknya menyiapkan alat untuk memindai barcode tersebut.

“Disiapkan alat scan nya. Nanti ada anggota security. Kita juga mempermudah bagi orang yang belum divaksin Pemkot akan mengadakan sentral vaksin di semua mal. Rencananya besok (hari ini) akan dilakukan vaksinasinya,” ujarnya.

Menurutnya, untuk di sentra ini bukan vaksinasi massal. Hanya saja bagi pengunjung yang belum vaksin akan divaksin di gerai yang disiapkan oleh Pemerintah.

“Kita siapkan hanya tempatnya saja di mal-mal yang ada. Sekarang ini kita belum buka makannya kita siapkan fasilitasnya sama teman-teman di mal. Karena acuannya dari Kemenkes. Karena masing-masing mal itu beda-beda barcode nya,” terangnya.

Kemudian, untuk durasi pengunjung di area mal pihaknya menunggu informasi lanjutan. “Intinya untuk Bekasi belum ada info ya dari pusat atau Pemerintah Kota Bekasi. Karena terakhir tanggal 16 besok PPKM. Kita akan tunggu kabar dari pemerintah,” tukasnya. (pay)

Related Articles

Back to top button