Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Masyarakat Jangan Lengah

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN – Statistik kasus Covid-19 mulai angka kematian hingga kesembuhan di Kota Bekasi semakin membaik, hanya saja pertambahan kasus per hari masih naik turun. Sementara itu, masyarakat diminta jangan lengah dan tetap waspada terhadap ancaman varian virus baru. Pasalnya, dunia tengah menaruh perhatian pada virus B.1.621 atau MU dan varian C12 dewasa ini.

Saat ini, catatan kasus terkonfirmasi di Kota Bekasi sudah menginjak 85.347 kasus sejak awal pandemi. Dari 85 ribu lebih kasus tersebut tingkat kesembuhan saat ini sebesar 98,28 persen, kasus aktif 0,40 persen, dan tingkat kematian 1,32 persen. Dalam situasi ini aktivitas masyarakat mulai berjalan, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“BOR (keterisian tempat tidur) RS kita keseluruhan 10,59 persen, BOR ICU 21,61 persen,” kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Minggu (5/9).

Angka kematian di Kota Bekasi berhasil turun dari puluhan kasus di bulan Juli lalu. Catatan Radar Bekasi pada 10 Juli lalu sebanyak 26 kasus, jumlah ini belum termasuk kasus kematian dengan status suspect dan probable.

Sepekan terakhir, angka paling tinggi tiga kasus di akhir Agustus, selebihnya satu kasus, nol kasus kematian tercatat di tanggal 30 Agustus dan 2 September kemarin.

Sementara pertambahan kasus harian masih naik turun, belum konsisten rendah. Pertambahan kasus harian sebanyak 35 kasus pada 30 Agustus harus meroket sehari setelahnya menjadi 104 kasus dalam sehari, pertambahan kasus tertinggi pekan kemarin terjadi pada tanggal 2 September sebanyak 144 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan situasi saat ini telah mengalami penurunan dan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pasien Rumah Sakit Darurat (RSD) Stadion Patriot Candrabhaga tersisa dua pasien.

Meskipun demikian, ia meminta kepada masyarakat Kota Bekasi untuk tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Termasuk mewaspadai varian virus yang baru, kelalaian masyarakat terhadap protokol kesehatan harus dibayar dengan resiko yang akan dialami.

“Kita mengalami begitu luar biasanya kemarin, kami berharap kepada seluruh masyarakat meskipun kondisinya sekarang menurun, tetapi tidak menjadi lengah untuk menerapkan Prokes,” ungkapnya.

Ada atau tidak adanya varian baru pun, kewaspadaan masyarakat dan pemerintah terus dibutuhkan selama masa pandemi melalui penguatan Testing, Tracing, dan Treatment (3T), serta memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas (5M).

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengatakan penguatan 3T dan 5M ini terutama menjadi yang paling penting dilakukan di tiap kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk Bekasi.

“Termasuk pemerintahnya, ya lakukan 3T aktif ke rumah-rumah, kemudian penguatan sistem tracing dan testingnya,” paparnya.

Sejauh ini dua varian baru yang ditemukan masih dalam kajian para ahli, salah satunya adalah tingkat penularannya. Namun, keduanya harus menjadi perhatian lantaran memiliki potensi menurunkan efikasi vaksin dan daya tahan tubuh.

Hasil kajian sementara ini, kabar baiknya, reproduksi virus varian MU ini tidak sedahsyat varian delta. Sedangkan varian C12, kecepatan penularannya kemungkinan besar sama dengan varian delta.

“Artinya bisa orang yang sudah tervaksinasi kembali terinfeksi. Orang yang pernah terinfeksi, terinfeksi lagi, bisa saja ada potensi seperti itu,” tukasnya. (mif/Sur)