Pendidikan

Inspirasi Indonesia Ajak Orangtua Ketat Awasi Pembelajaran Daring

Webinar bertajuk “Dilema Sekolah Tatap Muka, antara Pendidikan dan Kesehatan Anak” yang diselenggarakan komunitas Inspirasi Indonesia, Ahad (3/10).

RADARBEKASI.ID, BEKASI-Komunitas Inspirasi Indonesia mengajak kolaborasi insan pendidikan dalam webinar bertajuk, “Dilema Sekolah Tatap Muka, antara Pendidikan dan Kesehatan Anak”.

Kegiatan berlangsung daring ini dihadiri ratusan peserta mewakili guru, walimurid dan mahasiswa dilaksanakan pada Ahad (3/10/2021).

Hadir dalam acara itu secara daring, pakar kesehatan dr.Desiana Syaid, Sp.F (spesialis dokter paru), Marwati (psikolog) serta Ketua Inspirasi Indonesia Farida Hanun.

Ketua Inspirasi Indonesia, Farida Hanun, mengungkapkan lembaga yang dipimpinnya sebagai wadah elemen bangsa melihat polemik masyarakat dengan pro dan kontra sekolah tatap muka. Dengan memberikan pemahaman melalui peran orang tua (wali murid) dan guru serta insan pendidikan lainnya.

Kegiatan ini, sambung dia, bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama penggerak pendidikan dan pelajar/siswa tetap optimis memajukan pendidikan.

Farida menjelaskan, meski Inspirasi Indonesia baru dibentuknya, memiliki komitmen dengan kegiatan kontinyu terutama aspek pendidikan, konseling keluarga dan kesehatan. Inspirasi Indonesia memiliki visi maju bersama bangun Indonesia.

Acara ini kolaborasi mitra strategis pendidikan sekolah seperti PGRI , Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) dan komunitas pendidikan Amazing Teacher Indonesia dan lainnya.

“Kebijakan pemerintah terkait pertemuan tatap muka dengan memaparkan regulasi dari Surat Edaran Mendikbud dan Surat Edaran Sesjen nomor 15 tahun 2020 tentang Belajar Dari Rumah (BDR). Tujuan dari pelaksanaan Belajar dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19,” ungkap Farida.

Dia menambahkan, agar pemerintah melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk virus Covid-19.

“Memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua” paparnya.

Meski begitu, kendala yang dihadapi guru, orang tua dan anak selama pembelajaran jarak jauh menjadi catatan tersendiri.

Data menunjukan hanya 25,2% orang tua yang selalu mendampingi anak belajar daring, kadang-kadang 52,5% dan tidak pernah sama sekali sebesar 22,3%.

Farida menambahkan, kenyataan ini menunjukkan, peran orang tua dalam mendidik anak masih sangat dibutuhkan, selama pandemi dengan berkegiatan bersama dan memanfaatkan waktu berkualitas.

“Peran orang tua harus menjadi role model positif bagi anak akan berbanding lurus dengan kualitas hasil pendidikan,” tandasnya.  (zar)

 

Related Articles

One Comment

Back to top button