Bekasi

Juliandi Tigor Simanjuntak Setelah Bebas Tugas dari KPK

Dulu Menaklukkan Koruptor, Sekarang Menaklukkan Selera

RADARBEKASI.ID, – Mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Juliandi Tigor Simanjuntak kini menjalani aktivitas sebagai penjual nasi goreng. Aktivitas baru ini membuat ia harus berjuang dari nol untuk menaklukkan selera makan para pembelinya. Aksinya mendapatkan dukungan dari sesama eks pegawai lainnya dalam koridor menjaga integritas dalam rangka kejujuran, termasuk penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang datang menyambangi tempat usaha milik eks pegawai Biro Hukum KPK ini.

 

Laporan : Surya Bagus

PONDOK MELATI

 

Pukul 18:00 WIB adalah waktu untuk Tigor mulai membuka lapak nasi gorengnya di Jalan Raya Hankam, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Semua harus dipastikan tertata rapi, mulai dari gerobak khas pedagang kaki lima bertuliskan Nasi Goreng KS Rempah hingga empat meja untuk para pelanggan tertata dengan baik, selanjutnya bersiap melayani pelanggan yang datang.

 

Nasi goreng pesanan pelanggannya berusaha untuk disajikan dengan cita rasa khas, hal ini yang diharapkan dapat memikat selera para pelanggan. Satu persatu bahan untuk membuat nasi goreng mulai dari telur, daging ayam yang telah dipotong kecil, hingga bumbu pendukung lainnya dimasukkan ke dalam wajan diatas api menyala.

 

Spatula mulai menari di atas wajan, selayaknya koki memastikan semua bahan tercampur rata. Beberapa saat spatula menari-nari, bau sedap mulai keluar, terhirup para pelanggan dan orang disekitar lapaknya, dilanjutkan hingga nasi goreng benar-benar siap dihidangkan.

 

Sudah tiga pekan sejak tanggal 30 September lalu ia melakukan ini setiap malam. Pemberhentiannya sebagai pegawai KPK diakui sebagai situasi yang tidak bisa diprediksi, disangka terjadi di bulan Oktober, nyatanya terjadi lebih cepat.

 

Menjadi pedagang nasi goreng adalah solusi yang muncul dibenaknya, sejak saat itu ia memulai berselancar mempelajari cara meracik nasi goreng lewat tayangan YouTube. Sadar perlu ada pembeda, ia mencampur resep nasi goreng standar dengan beberapa tambahan sehingga menjadi menu khas di lapaknya, termasuk rempah-rempah.

 

“Itu yang sulit saya ucapin ya (nasi goreng khas mana?), Karena jujur menu yang saya ucapin itu, atau yang saya buat ini semuanya produksi dari YouTube,” paparnya, Senin (11/10) malam.

 

Pembeda rasa dalam sajian nasi goreng ini adalah modal untuk dapat bersaing dengan banyaknya pedagang nasi goreng di sepanjang Jalan Hankam. Nama KS yang terpampang di kaca gerobaknya ini adalah salah satu nama tempat yang dahulu kerap menjadi tempat diskusi ia dengan rekannya, yakni Kampung Sawah, warga Bekasi akrab dengan tempat yang dikenal dengan toleransinya tersebut.

 

Tiga pekan berjalan, pelanggan paling ramai berkunjung di akhir pekan, hari Sabtu dan Minggu, ia bisa menjual 20 sampai 30 porsi nasi goreng, hingga ia bersiap menutup lapaknya pukul 22:00 WIB.

 

“Apapun usaha yang kita lakukan, dengan konteks itu sesuai dengan hati nurani kita, kita jalani saja. Kan ini sesuatu yang menurut saya juga membanggakan ya jualan, usaha ya memang harus begini, mulai dari nol. Saya kira yang sekarang berhasil ada kalanya dia ngerintis dari nol,” tambahnya.

 

Pemahaman Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK adalah sesuatu yang sudah ia dan rekan-rekannya ketahui, wawasan kebangsaan baik nilai pada butir Pancasila sudah pernah dipelajari mulai dari bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Meskipun demikian, tidak lantas membuat seluruh pegawai KPK menganggap ringan cenderung cuek, mempersiapkan diri, kembali belajar, termasuk Tigor mengaku kembali membuka buku-bukunya yang berkaitan dengan materi TWK.

 

“Ya kalau hasil berbeda, itu mungkin sudah jalan Tuhan. Manusia pasti kecewa, tapi saya yakin ini akan indah pada waktunya, kalau saya jalanin aja, harus move on,” tukasnya.

 

Dukungan datang dari Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan, ia datang bersama dengan istri dan anak-anaknya. Memesan nasi goreng lalu duduk di salah satu meja yang telah disiapkan menunggu nasi goreng pesanannya datang.

 

Novel menilai apapun yang dilakukan oleh eks pegawai KPK termasuk Tigor adalah sesuatu yang luar biasa, selama dalam koridor menjaga integritas dalam rangka kejujuran. Termasuk kedatangannya malam itu, adalah bentuk support kepada Tigor.

 

“Segala hal yang dia buat, bang Tigor adalah ahli hukum, punya pengalaman baik nasional, maupun internasional, saya mengetahui betul kemampuan itu. Semoga kedepan langkah-langkahnya, apapun, bisa maju dan hebat,” ungkapnya.

 

Saat ini Novel mengisi hari-harinya untuk beristirahat dan mengisi kegiatan melalui zoom, mulai dari kegiatan pelatihan maupun kegiatan lainnya di lingkungan universitas.

 

Mengenai tawaran menjadj Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri, beberapa kali Novel mengapresiasi yang telah direncanakan oleh Kapolri tersebut. Saat ini ia mengaku masih menunggu rencana yang akan dilakukan selanjutnya, memberikan kontribusi terbaik kepada negara masih menjadi keinginan Novel dan rekan-rekan.

 

“Oleh karena itu, kami juga ingin melihat nanti rencananya seperti apa. Apabila kami memiliki peluang atau dipandang penting untuk berkontribusi untuk negara,” tukasnya.(*)

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button