Politik

Herkos: Pemimpin Soleh Membawa Kesejahteraan

Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Masyarakat cerminan pemimpin atau pemimpin cerminan masyarakat? Diskusi soal kepemimpinan dan etika politik, ini berlangsung menarik kemarin.

Ketua KPUD Kota Bekasi, Nurul Sumarheni mengatakan, masyarakat yang buruk akan melahirkan pemimpin yang buruk. Dan, pemimpin buruk akan membuat masyarakat menjadi lebih buruk lagi.

Karena itu, katanya dalam diskusi publik bersama Ketua DPD PKS Kota Bekasi Heri Koswara, Rabu (13/10), Nurul mengajak para elite partai dan tokoh politik, khususnya di Kota Bekasi menjunjung tinggi politik santun, perkuat kode etik dan moral dalam berpolitik.

Baik Nurul maupun Heri Koswara memiliki kesamaan pandangan bahwa berpolitik bukan sekadar kepentingan kekuasaan. Tapi ada tugas moral yang jauh di atas itu. Setelah kekuasaan diraih, ada kewajiban untuk mensejahterakakan dan membahagiakan rakyat.

“Pemimpin yang soleh akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan dunia akhirat,” kata pria yang akrab disapa Herkos ini.

“Memang target berpolitik adalah kekuasaan. Tapi masih ada terusannya, untuk apa kekuasaan itu?,” tanya Herkos ini.

“Saya sering kasih contoh tentang DKI bersama gubernur Anis tentang Alexis. Bertahun-tahun Alexis didemo tapi tidak bisa ditutup, namun di tangan gubernur yang bermoral, dalam sekejap tandatangannya bisa menutup Alexis,” papar Herkos.

Kalau berpolitik tujuannya semulia itu, lanjut Herkos, maka cara-cara kotor, black campaign, saling caci, fitnah dan saling menjatuhkan tidak pantas dilakukan.

“Apalagi kami di PKS, menjalanankan amanah di partai politik landasannya adalah ibadah. Jadi, sejak awal seorang kader masuk ke pentas politik sudah ditanamkan kejujuran, integritas, kerjakeras, sikap melayani dan juga hal-hal yang spesifik di internal partai,” jelas Herkos.

Masih menurut Herkos, pendidikan politik di internal partai juga dilakukan simultan dan berjenjang. Mulai dari tingkat Madya, Dewasa dan Utama. Jadi jangan berharap seseorang bisa sampai di tangga tertentu tanpa melalui proses ini.

Sejalan dengan pentingnya kaderisasi untuk para praktisi politik, Nurul menyatakan agar hal ini menjadi perhatian semua partai politik. Etika politik, apalagi masalah kesantunan dalam berkomunikasi politik saat ini diakuinya masih banyak diabaikan. (zar)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button