Pendidikan

Evaluasi Baik, Prokes Jangan Kendor

ilustrasi: Salah satu siswa SMAN 1 Kota Bekasi, saat mencuci tangan sebelum hendak pulang sekolah. (Dewi Wardah/Radar Bekasi)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hasil evaluasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bekasi menunjukan hasil memuaskan. Kendati demikian, warga sekolah diminta tetap menjaga Protokol Kesehatan (prokes) covid-19.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) wilayah III Asep Sudarsono menjelaskan, bahwa evaluasi terkait pelaksanaan PTMT di tingkat SMA dan SMK kota dan kabupaten Bekasi dilakukan oleh pengawas pembina masing-masing sekolah.   “Evaluasi masih berjalan dan dilakukan oleh pengawas pembina masing-masing” ujarnya kepada Radar Bekasi Senin, (18/10).

Menurutnya, saat ini penerapan protocol Kesehatan di sekolah sudah lebih baik,”Alhamdulillah dari hasil laporan yang saya terima, ada peningkatan yang lebih baik dari masing-masing sekolah dalam pelaksanaan PTMT” jelasnya.

Salah satunya jumlah rombel siswa yang semula hanya berani melaksanakan PTMT dengan jumlah 30 persen. Saat ini sekolah tersebut sudah memberikan diri untuk melaksanakan PTMT dengan jumlah 50 persen. “Sekolah sudah banyak yang berani ya, jadi yang awalnya mencoba dan melihat perkembangan dengan kapasitas 30 persen saat ini sudah 50 persen” terangnya.

Dia menekankan, pihak sekolah diminta untuk tidak lalai dalam prokes.  “Jangan sampai lalai, kalo sudah baik kadang orang suka lupa apa prioritas utamanya. Yang saat ini tetap diutamakan adalah prokes, salah satunya tempat mencuci tangan jangan sampai sabun dibiarkan habis, harus di cek terus kesediannya” ucapnya.

Dari hasil pengamatan pihak KCD jumlah siswa yang sudah melakukan vaksinasi pertama baik di tingkat SMA/SMK kota dan kabupaten Bekasi dalam persentasenya sudah 90 persen.

Sementara untuk vaksinasi kedua sendiri baru memasuki angka prosentase 70 persen, pihak KCD berharap pelaksanaan vaksinasi bisa diikuti oleh seluruh siswa.”Kita harap semua siswa bisa melaksanakan vaksinasi, karena untuk keamanan siswa. Kecuali yang memiliki komorbid atau tidak diizinkan orang tuanya karena suatu hal” pungkasnya. (Dew)

Related Articles

Back to top button