Nasional

Ini 13 Tuntutan Aliansi Buruh, Salah Satunya Cabut UU Cipta Kerja

Aliansi buruh dan mahasiswa dari berbagai kelompok menggelar aksi guna menyampaikan 13 tuntutan di depan Balai Kota, Jakarta, Kamis (28/10). Foto: Antara

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Aliansi buruh dan mahasiswa yang berunjuk rasa hari ini menyampaikan 13 tuntutan sebagai hasil evaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ke 13 tuntutan tersebut antara lain, mencabut UU Cipta Kerja atau Omnibus Law dan seluruh Peraturan Pemerintah (PP) turunannya, yakni PP No 35, 36 dan 37.

Mereka juga menyampaikan penolakan penghapusan upah sektoral dan meminta diberlakukan kenaikan UMK 2022 sebesar 15 persen.

Buruh juga meminta jaminan dan perlindungan kaum buruh di sektor industri pariwisata, perhotelan, perkebunan, hingga transportasi daring.

Ribuan massa peserta unjuk rasa berkumpul di depan Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, sejak pukul 11.00 WIB. Kemudian, mereka longmarch menuju Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Di sana, berhenti untuk menyampaikan orasi di depan Gedung Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan. Sementara, kelompok massa lainnya berkumpul di Bundaran Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat.

“Kami meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut Omnibus Law dan aturan turunannya,” kata salah seorang buruh di atas mobil komando.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Nining Elitos menyatakan, elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh bersama Rakyat (Gebrak) mencapai 1.000 orang.

Elemen buruh lain yang turut bergabung dalam aksi ini adalah Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI).

Selain itu ada juga mahasiswa dari BEM Universitas Indonesia, petani, miskin kota, pemuda, pelajar, jurnalis, perempuan, nelayan, pembela Hak Asasi Manusia (HAM) dan lembaga bantuan hukum.

Saat ini, polisi telah menutup Jalan Merdeka Barat dengan pemasangan kawat berduri, serta Polwan dan anggota Kowad dari TNI. (wsa)

Related Articles

Back to top button