Berita UtamaPendidikan

SMA Mulai Beri Bimbel

Terapkan Prokes Ketat

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMAN 1 Kota Bekasi mengerjakan tugas saat pembelajaran tatap muka terbatas. Sebagian satuan pendidikan jenjang SMA di wilayah Bekasi mulai memberikan bimbingan belajar bagi siswa kelas XII sebagai bekal menghadapi ujian sekolah dan ujian masuk PTN. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Satuan pendidikan jenjang SMA di wilayah Bekasi mulai memberikan bimbingan belajar (bimbel) bagi siswa kelas XII sebagai bekal menghadapi ujian sekolah dan ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Bimbingan dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Kepala SMAN 1 Cibitung Sayuti mengatakan, para guru di sekolah yang dipimpinnya telah memberikan bimbingan belajar bagi siswa kelas XII sejak dua bulan lalu.

“Kami sudah melakukan persiapan bagi siswa kelas XII untuk menghadapi ujian sekolah dan PTN sejak September lalu,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (23/11).

Bimbingan belajar sengaja dilakukan sejak jauh-jauh hari agar siswa lebih memahami materi pelajaran. Adapun jadwal bimbingan dilakukan rutin satu minggu sekali setiap Sabtu.

“Bimbingan lebih awal dilakukan karena selama pandemi siswa diduga kurang maksimal dalam memahami materi pelajaran,” ucapnya.

Lantaran masih situasi pandemi, bimbingan menerapkan prokes ketat. Teknis pelaksanaannya dilakukan seperti halnya pembelajaran tatap muka terbatas. Yakni, jumlah siswa 50 persen dari kapasitas kelas, memakai masker, serta memperhatikan jaga jarak.

Wakil Kepala SMAN 7 Kota Bekasi Bidang Kurikulum Acep Hadi mengatakan, bimbingan belajar bagi siswa kelas XII saat ini belum dilakukan. Sebab, pihaknya terlebih dahulu mempersiapkan tenaga pengajar yang akan memberikan bimbingan.

“Kalo kami sedang melakukan persiapan dulu bagi guru pembimbingnya, baru rencananya pada Januari akan dimulai bimbingan bagi siswa,” terangnya.

Saat ini, para guru pembimbing sedang mengikuti bimbingan oleh Lembaga Pendidikan Olimpiade Indonesia (LOPI). Setelah itu, guru yang sudah mendapatkan pelatihan akan membimbing siswa dalam mengikuti ujian sekolah dan PTN.

“Kenapa kita lakukan persiapannya kepada guru dulu, agar materi yang disampaikan bisa tersusun dengan baik. Sehingga penguatan kepada siswa bisa dilakukan secara maksimal,” tuturnya.

Bimbingan yang dipersiapkan bukan hanya untuk pelaksanaan ujian sekolah yang akan berlangsung April 2022, melainkan juga untuk siswa yang akan mengikuti seleksi masuk PTN. Sehingga persiapan harus matang.

Rencananya, bimbingan belajar bagi siswa akan dilakukan beberapa kali dalam seminggu dengan menerapkan prokes ketat. Dengan demikian, dapat meminimalisir risiko penularan Covid-19.

“Mudah-mudahan bisa dilakukan lebih banyak bimbingan yaitu dua sampai tiga kali dalam seminggu,” pungkasnya. (oke/dew)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button