13 Ruang Kelas SMPN 1 Rusak Parah

LIHAT SEKOLAH: Warga melihat kondisi gedung sekolah yang kondisinya rusak parah, di SMPN 1 Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Rabu (12/1). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Tak kunjung diperbaikinya ruang kelas Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Cabang Bungin, dinilai karena ada ego sektoral, antara pelaksana teknis dan leading sektor.

Pasalnya, selama ini dinas terkait, tidak melihat mana sekolah yang memang harus diprioritaskan, karena hanya mengacu ke anggaran yang disiapkan untuk perbaikan sekolah di Kabupaten Bekasi.


Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi mengungkapkan, pada tahun 2020, dirinya sudah melakukan kunjungan atau observasi ke SMPN 1 Cabang Bungin. Disana, memang banyak ruang kelas yang sudah tidak layak, sehingga dirinya langsung merekomendasikan ke dinas terkait, agar bisa diperbaiki.

Hanya saja, kata Rusdi, rekomendasi itu tidak ada realisasinya sampai sekarang. Artinya, tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait. Bahkan, kepala sekolah sudah mencoba untuk mengusulkan, namun tetap saja tidak masuk dalam rencana kerja.


“Kami sudah merekomendasikan ke dinas terkait, agar sekolah tersebut bisa diperbaiki. Itu, setelah melakukan kunjungan ke lokasi,” terang Rusdi kepada Radar Bekasi, Kamis (13/1).

Menurut dia, dalam hal ini, ada ego sektoral, dan pada saat pengusulan, itu banyak persoalan. Mengingat setiap tahun, berkiblat kepada anggaran yang ada. Sehingga, saat ada usulan perbaikan sekolah yang rusak, itu melebihi anggaran yang terbatas, dan dinas terkait mencoretnya, tanpa melihat kondisi di lapangan.

“Jadi, dinas terkait itu mencoretnya, ketika usulan lebih banyak dari anggaran disediakan, tanpa melihat lagi mana sekolah yang sangat prioritas. Begitu juga sebaliknya, sekolah yang belum saatnya direnovasi, malahan didahulukan,” sesal Rusdi.

Dirinya berencana, akan memanggil dinas terkait yang salah satunya Dinas Pendidikan, karena memang persoalan ini harus segera ditangani.

“Yang jelas, harus ada penanganan, sehingga proses belajar-mengajar anak-anak generasi penerus bangsa tidak terganggu,” pintanya.

Sebelumnya, belasan ruang kelas di SMPN 1 Cabang Bungin, rusak parah. Bahkan, dua diantaranya, sudah rata dengan tanah, karena tidak kunjung ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi. Padahal, pihak sekolah maupun dari kecamatan, sudah mengajukan atau mengusulkan sejak tahun 2017 lalu, namun tidak kunjung direspon.

Kepala SMPN 1 Cabang Bungin, Sumarni menyampaikan, rusaknya ruangan sekolah ini, sudah terjadi sejak empat tahun lalu.

“Kerusakan ini sudah lama, dari empat tahun yang lalu, dan totalnya ada 25 ruangan, 13 rusak, yakni 11 ruang kelas, dan dua ruang lab,” terang Sumarni kepada Radar Bekasi, Rabu (12/1).

Dari 13 ruangan yang rusak tersebut, sudah ditumbuhi rumput. Bahkan, ada tulisan dilarang masuk ke area tersebut, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lanjut Sumarni, dari 12 ruang kelas yang ada, lima diantaranya, kondisinya sudah rusak, namun tetap dipaksakan untuk digunakan, karena tidak ada lagi ruang kelas.

Dalam kondisi seperti ini, pembelajaran harus dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang. Menurutnya, kondisi pembelajaran seperti ini, sudah terjadi sebelum pandemi.

“Kami membagi proses pembelajaran menjadi dua tahap, ada yang masuk pagi, dan ada juga yang siang. Sekarang ruangan yang kondisinya masih bagus, ada sekitar tujuh ruangan, dan ruangan yang dipaksakan ada lima. Jadi, dari 12 ruangan itu, dengan jumlah siswanya sekitar 800 orang,” bebernya. (pra)