Berita UtamaPendidikan

Sebagian Sekolah Mulai Gelar PTM 100 Persen

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMK Bistek saat mengikuti pembelajaran di ruang lab. Sebagian satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di Kota maupun Kabupaten Bekasi telah mulai menyelenggarakan PTM dengan kapasitas siswa 100 persen. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebagian sekolah jenjang SMA dan SMK di Kota maupun Kabupaten Bekasi mulai menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen.

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono mengatakan, beberapa SMA dan SMK di Kota maupun Kabupaten Bekasi telah melaksanakan PTM 100 persen.

“Kemarin KCD menerima laporan dari beberapa sekolah yang ada di Kota dan Kabupaten Bekasi, bahwa mereka sudah melaksanakan PTM 100 persen,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (13/1).

Menurutnya, pelaksanaan PTM 100 persen tidak dilaksanakan saat hari pertama  masuk sekolah pada 10 Januari 2022. Namun pada hari ketiga dan keempat.

“Karena untuk menyesuaikan kondisi. Jadi baru dilaksanakan pada hari ke-3 atau ke-4 minggu ini,” tutur Asep.

PTM 100 persen mengacu SKB Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease -2019 (Covid-19) dan surat edaran dengan Nomor 803/PK.01.06/Sekre tentang Pelaksanaan Pembelajaran Semester 2 Pelajaran 2021/2022. Asep optimistis, seluruh sekolah khususnya swasta dapat menggelar PTM 100 persen pada bulan depan.

“Memang belum di semua sekolah, sepertinya jika tidak ada status perubahan level di masing-masing wilayah. Pelaksanaan PTM 100 persen bisa terselenggara di semua sekolah pada Februari awal,” jelasnya.

Dikatakannya, PTM 100 persen dapat menormalkan kembali biaya operasional bagi sekolah swasta yang sempat memburuk.

“PTM 100 persen yang bisa terselenggara dengan baik, tentunya diharapkan dapat memperbaiki biaya operasional yang sempat memburuk. Karena sempat mengalami kesulitan untuk membayar guru dan lain-lainnya,”  ucapnya.

KCD berharap seluruh sekolah dapat mempersiapkan dengan baik sarana dan prasarana serta SDM dalam pelaksanaan PTM 100 persen.

“Yuk, sekolah optimalkan prokes dan  kesiapan sekolah dalam pelaksanaan PTM agar semuanya bisa berangsur lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sekretaris Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi Ayung Sardi Dauly menyampaikan, sekolah swasta memiliki harapan biaya operasional dapat membaik.

“Itu harapan, tetapi tidak bisa juga menjadi patokan bahwa PTM 100 persen ini bisa mengoptimalkan kembali biaya operasional bagi sekolah swasta,” ucapnya.

Menurutnya, sampai dengan saat ini beberapa sekolah swasta di Kota Bekasi belum bisa menstabilkan biaya operasional.

“Sampai sekarang mendengar laporan, memang biaya operasional yang ada di sekolah belum stabil. Tapi kita lihat dulu perkembangan PTM 100 persen ini benar atau tidak bisa memperbaiki biaya operasional yang ada di sekolah swasta, karena PTM 100 persen sendiri belum berjalan satu minggu,” pungkasnya. (dew)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Error, no group ID set! Check your syntax!
Back to top button