Rumah Rusak Belum Mulai Diperbaiki

BELUM MULAI DIPERBAIKI: Warga melihat kondisi rumah yang hancur akibat tertimpa tanggul Sungai Citarum di Desa Lenggahjaya Cabangbungin Kabupaten Bekasi, Minggu (16/1). Pemerintah Kabupaten Bekasi belum mulai memperbaiki tiga rumah warga yang rusak akibat tertimpa reruntuhan tanggul sungai Citarum. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, CABANGBUNGIN – Tiga rumah milik warga yang rusak akibat tertimpa reruntuhan tanggul Sungai Citarum belum mulai diperbaiki oleh dinas terkait hingga Minggu (16/1).

Padahal, rumah yang berada di Kampung Tapak Serang Desa Lenggahjaya Kecamatan Cabangbungin Kabupaten Bekasi itu sudah rusak selama lebih dari 10 hari sejak bencana melanda pada Rabu (5/1).


Kepala Desa Lenggah Jaya Sadih M Farhan mengatakan, tiga rumah yang rusak kondisinya sampai sekarang belum mulai diperbaiki. Namun demikian, ujar dia, Dinas Sosial menyampaikan kesiapannya untuk memperbaiki.

Terkait, kepastian waktu mulai perbaikan dilakukan, Sadih tak mengetahuinya lantaran belum mendapat informasi. “Kalau kapan-kapannya belum dipastiin, cuma yang jelas dia (Dinas Sosial) siap membantu, cuma waktunya hari apa akan mulai belum ada informasi lagi,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Minggu (16/1)


Selama belum diperbaiki, dirinya mengungkapkan, warganya memilih untuk sementara tidur di rumah keluarganya. Padahal, unsur Muspika Cabangbungin dan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi sudah mendirikan posko pengungsian di kantor kecamatan.

“Masih tinggal di rumah keluarganya, selama belum ada perbaikan. Saya berharap Pemkab Bekasi segera melakukan perbaikan,” ucapnya.

Terkait kondisi tanggul, kata Sadih, baru-baru ini sudah ada pengukuran atau pengecekan ulang untuk pemasangan turap. Namun, pengerjaan turap pada Minggu dihentikan sementara karena hari libur.

Saat ini, tanggul yang longsor sementara masih ditutup dengan menggunakan terpal. “Untuk tanggul sendiri masih ditutup perpal. Alhamdulilah sekarang debit air sudah turun jauh,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menjelaskan, pemasangan terpal untuk mengantisipasi supaya tidak ada longsor susulan. Mengingat, banyak warga khawatir terjadinya bencana tersebut.

Menurut Henri, penanganan menggunakan terpal tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu perbaikan dari Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

“Pemasangan terpal ini agar tanah enggak terkena air. Karena kalau terkena air bisa longsor,” tukasnya. (pra)