Kota Bekasi Siapkan Satgas PMK

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI SELATAN РEnam wilayah di Provinsi Jawa Barat terindikasi ada penyebaran  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kota Bekasi tidak termasuk di dalamnya, tapi tetap melakukan pencegahan dengan membentuk Satgas PMK.


Di Kota Bekasi, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, mengantisipasi PMK, Pemkot melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun peternak dan penjual hewan berkaki empat.

“Tadi malam melalui zoom meeting saya sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, peternak dan penjualan hewan. Sosialisasi terkait dengan PMK di Kota Bekasi,” kata Tri Adhianto usai melantik 72 pejabat di Gedung D, Pemkot Bekasi, Jalan A Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (19/5).


Pemkot, sambung Plt Wali Kota Tri Adhianto  akan membentuk Satgas yang akan disiapkan untum antisipasi penyebaran PMK menjelang Idul Adha.

Pemkot juga akan membuat posko dan call center. Sehingga setiap Lurah, Camat diminta secara bertahap melakukan pengawasan.

“Minimal mereka mengupdate tanda-tanda awal. Dan yang terpenting bagaimana hewan yang datang dari luar Kota Bekasi memiliki sertifikat,” ucapnya.

Terkait vaksin hewsn, Tri Adhianto, menyatakan pihaknya belum mendapatkan kiriman dari Kementerian Pertanian. Karena belum ditemukan PMK di Kota Bekasi.

“Kita juga nanti akan coba konfirmasi ke dinas terkait untuk vaksin hewan. Agar nantinya dapat dikonfirmasi lagi kepada Kementerian Pertanian. Sampai saat ini Kota Bekasi aman PMK,” ungkapnya.

Enam wilayah Jabar terindikasi PMK, antara lain Kabupaten Garut, Tasikmalaya, Banjar, Kuningan, Sumedang dan Kota Tasikmalaya.

Berdasarkan laporan, hingga Selasa (17/5), terdapat 662 ekor sapi potong, sapi perah, domba, dan kambing di Jabar yang terinfeksi PMK.

Pemprov Jabar langsung bertindak tegas dengan menerapkan micro lockdown di tingkat kecamatan dan kelurahan guna mencegah penyebaran lebih luas lagi. (pay)