SMKN 1 Cikarang Selatan Terima Bantuan Rp1,7 Miliar

PERESMIAN: Sejumlah perwakilan dari Kemendikbudristek, Disdik Jabar, SMKN 1 Cikarang Selatan menggunting pita sebagai tanda diresmikannya gedung program Jurusan Teknik Elektronika Industri. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMKN 1 Cikarang Selatan menjadi salah satu dari 125 SMK Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan bidang Kelistrikan, Otomasi Industri dan Energi Terbarukan. CoE merupakan program pengembangan pendidikan vokasi kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan Perancis.


Melalui program tersebut, pada tahun lalu sekolah telah menerima bantuan fisik berupa gedung program jurusan, pengembangan SDM dan peralatan praktik.

“Kami telah menerima bantuan, jika ditotalkan secara keseluruhan itu Rp1,7 miliar, yang diberikan dari Kemendikbudristek dan pemerintah Perancis,”  terang Kepala SMKN 1 Cikarang Selatan Nopriandi.


Hal itu dikatakan Nopriandi dalam kegiatan “Selebrasi Kerja Sama Indonesia-Perancis” di SMKN 1 Cikarang Selatan, Kamis (2/6). Dalam kesempatan itu, diresmikan gedung program Jurusan Teknik Elektronika Industri yang pembangunannya telah selesai sejak November 2021.

“Di dalam gedung tersebut ada beberapa fasilitas alat praktik yang disediakan, yaitu Teknik Automation dalam koper yang isinya 12 set Programable Logic Controller (PLC), Human Machine Interface (HMI), beserta komponen input atau outputnya, 6 buah laptop dan 7 PC All in one serta 6 set trainer sensor,” terangnya.

Ia mengatakan, program Jurusan Teknik Elektronika Industri memiliki 320 siswa, yang saat ini dibina untuk menjalani program kerjasama pemerintah Indonesia dengan Perancis melalui Schneider Electric.

“Tujuan dari kerjasama dengan PT Schneider Electric ini kan untuk menyalurkan siswa kami ke perusahaan mereka, jadi ada pembinaan yang diberikan PT Schneider Electric kepada siswa program Jurusan Teknik Elektronika Industri yang kami miliki saat ini,” tuturnya.

Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wardani Sugiyanto menjelaskan, program ini menyasar kepada SMK pada program Bidang Kelistrikan, Otomasi Industri dan Energi.

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti berharap, dari 125 SMK yang sudah mendapatkan manfaat dari program ini dapat mengembangkan kualitas lulusannya lebih baik lagi.

“Kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Perancis ini sangat berarti bagi kami, dimana kita harapkan program ini bisa terus ditingkatkan. Karena melalui kerjasama ini kita punya peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memastikan lulusan SMK betul-betul siap tidak hanya bekerja tetap bisa membuka peluang untuk lapangan bekerja dengan berwirausaha,” ujarnya.

Duta Besar Perancis Olivier Chambard mengungkapkan, program ini merupakan salah satu model bagi keberhasilan bagi kedua negara, dengan melibatkan 218 guru dan 12.000 siswa telah memperoleh manfaat dari kerjasama tersebut.

“Tanpa adanya 125 sekolah, program ini tidak akan berarti apa-apa,” ucapnya. (dew)