Penurunan Tak Signifikan

ILUSTRASI: Pedagang merapikan dagangannya di kawasan Pasar Baru, Bekasi Timur Kota Bekasi, belum lama ini. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Beberapa bulan masyarakat dihantui tingginya harga bahan kebutuhan pokok, bahkan cabai sempat bertengger diatas Rp100 ribu. Pekan ini, harga kebutuhan pokok berlangsung turun, meskipun tidak nampak signifikan. Harga minyak kemasan, cabai, hingga bawang merah berangsur turun meski masih jauh dari harga terendah sebelumnya.

Pantauan beberapa harga komoditas di Kota Bekasi pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga bawang merah mengalami beberapa kali penurunan harga sepekan ke belakang, dari harga Rp62.500 pada tanggal 19 Juli, berakhir di harga Rp50 ribu pada tanggal 25 Juli.


Komoditas berikutnya yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah dan cabai rawit. Harga terakhir pada tanggal 25 Juli, cabai merah besar Rp 96.250, cabai merah keriting Rp85 ribu, cabai rawit hijau Rp62.500, dan cabai rawit merah Rp 80 ribu. Meskipun harga itu masih jauh dari harga terendah sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 30 ribu per kilogram.

Harga minyak goreng kemasan juga terpantau turun tipis. Minyak goreng kemasan ukuran 1 liter turun dari harga Rp24.500 menjadi Rp 24 ribu. Namun harga minyak curah terpantau berada di harga eceran tertinggi (HET) Rp 14 ribu per liter.


Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membenarkan penurunan harga komoditas harga di sejumlah pasar di Kota Bekasi. Catatan penurunan harga terjadi sejak pasca hari raya kurban beberapa waktu kemarin.

“Informasinya seperti itu ya, memang ada mengalami penurunan harga bahan pokok,” kata Kepala Disperindag Kota Bekasi, Tedi Hafni, Selasa (26/7).

Catatan persediaan kebutuhan pokok, Tedi memastikan persediaan di Kota Bekasi aman. Hasil pemantauan di sejumlah pasar kemarin, penurunan harga terjadi pada komoditas cabai rawit merah, cabai rawit hijau, cabai merah keriting, cabai merah besar, bawang merah, terigu, kentang, kol, dan tomat.

Sedangkan untuk minyak goreng, Tedi menyebut grafiknya masih relatif fluktuatif. Faktor cuaca yang relatif stabil disebut sebagai salah satu yang mendorong stabilnya harga komoditas di pasar.

“Rata-ratanya sih (harga minyak goreng) menurun, tapi kalau masalah itu ya kan relatif fluktuatif juga, tapi semua cenderung menurun,” tambahnya.

Terpisah, salah satu pedagang makanan di wilayah Bekasi Selatan, Suherman (41) mengaku, untuk harga cabai masih relatif tinggi. Ia berharap penurunan masih bisa terjadi seperti sebelum Idul Adha yang sempat berada di harga Rp 30 ribu per kilogram termasuk harga telur dan lainnya.

”Sayuran terutama cabai masih tinggi harganya, tapi mau tidak mau kita tetap beli karena butuh. Cabai rawit paling murah sekarang itu Rp 70 ribu per kilo, cabai merah justru lebih mahal sekarang. Telur juga masih Rp 28 ribu sebelumnya Rp 22 ribu,”pungkasnya. (sur/one).