Berita Bekasi Nomor Satu

Ceceran Coran Mengeras di Tegal Danas Cikarang, Warga Kerahkan Excavator Bersihkan Jalan

BERSIHKAN CECERAN CORAN: Warga mengerahkan excavator untuk membersihkan ceceran coran yang mengeras di Jalan Raya Tegal Danas, Selasa (11/8) malam. FOTO: ANDI MARDANI/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kampung Kandang Gereng, Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, turun tangan membersihkan ceceran beton yang mengeras di Jalan Raya Tegal Danas, Selasa (11/8) malam.

Mereka menggunakan mesin bor dan excavator untuk mengangkat beton yang menempel di permukaan jalan. Pembersihan dilakukan secara swadaya karena material yang diduga berasal dari aktivitas truk molen perusahaan penyedia beton siap itu dinilai mengganggu keselamatan pengguna jalan.

Ceceran coran di jalan tersebut bukan persoalan baru. Dalam beberapa pekan terakhir, kejadian serupa berulang. Persoalan itu bahkan telah dibahas dalam rapat DPRD dan memicu aksi warga. Namun, truk molen masih saja meninggalkan ceceran coran di jalan.

Anggota BPD Hegarmukti, Suherman, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus respons atas keresahan masyarakat.

“Kami bersihkan secara swadaya karena ini menyangkut kepentingan masyarakat. Jangan sampai ceceran beton dibiarkan, kemudian mengeras, mengganggu jalan, bahkan sampai membahayakan pengendara,” kata pria yang akrab disapa Haji Eman, Rabu (12/8).

Menurutnya, warga tidak bermaksud menghambat kegiatan perusahaan penyedia beton siap pakai. Namun, aktivitas perusahaan harus tetap memperhatikan dampak terhadap masyarakat dan kondisi jalan yang digunakan bersama.

“Kami bukan berarti melarang kegiatan usaha. Silakan berusaha, tetapi harus mengikuti aturan dan jangan sampai aktivitasnya merugikan masyarakat. Jalan ini digunakan masyarakat setiap hari, jadi keselamatan pengguna jalan harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Eman berharap persoalan tersebut tidak berhenti pada kegiatan pembersihan. Ia meminta adanya tanggung jawab dan pengawasan agar ceceran beton tidak kembali terjadi.

“Jangan sampai warga terus yang turun tangan membersihkan. Kalau memang ada material yang tercecer akibat aktivitas kendaraan, harus ada tanggung jawab dari pihak perusahaan. Kami ingin solusi yang konkret, bukan hanya persoalan selesai setelah dibersihkan,” tegasnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi turun langsung melihat kondisi di lapangan dan melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan penyedia beton serta kendaraan pengangkut beton yang melintas di Jalan Raya Tegal Danas.

“Kami berharap pemerintah juga turun melihat kondisi di lapangan. Jangan menunggu warga mengeluh atau terjadi kecelakaan baru ada tindakan. Yang kami inginkan sederhana, jalan aman, lingkungan tidak terganggu, dan aktivitas usaha tetap berjalan sesuai aturan,” imbuhnya.

Sementara itu, salahsatu warga RT 01 RW 04 Desa Hegarmukti, Mulyono, mengatakan beton yang dibiarkan mengeras justru dapat menimbulkan persoalan baru. Selain membuat permukaan jalan tidak rata, material tersebut dikhawatirkan terkikis dan berubah menjadi debu.

“Kalau dibiarkan, lama-lama beton ini hancur dan menjadi debu. Apalagi kalau setiap hari dilalui kendaraan, pasti akan terkikis. Kami khawatir debunya mengganggu warga dan pengguna jalan,” kata Mulyono.

Ia juga menyoroti risiko terhadap pengendara sepeda motor. Ceceran beton yang mengeras dan menonjol di badan jalan dinilai dapat membahayakan, terutama ketika dilintasi pada malam hari.

“Yang paling kami khawatirkan itu pengendara motor. Kalau malam hari, kondisi jalan tidak terlalu terlihat, kemudian ada beton yang menonjol atau permukaan jalan tidak rata, itu bisa membahayakan,” ujarnya.

Mulyono menegaskan, warga memilih turun tangan karena tidak ingin menunggu sampai terjadi kecelakaan.

“Kami gotong royong membersihkan ini karena kami juga yang setiap hari melihat kondisinya. Jangan sampai menunggu ada korban dulu baru ditangani,” tegasnya.

Ia berharap perusahaan yang kendaraan pengangkut betonnya melintas di kawasan tersebut ikut memastikan tidak ada material yang tercecer di badan jalan.

“Harapan kami jangan hanya dibersihkan setelah warga ramai atau setelah ada masalah. Harus ada tanggung jawab dan pengawasan dari perusahaan. Kalau memang truk molen melintas di sini, jangan sampai muatannya tercecer di jalan,” jelasnya.(and)