Jelang Laga Hidup Mati Kontra Vietnam Besok, Indonesia Punya Bekal Bagus, Lihat Ini

Bek tengah Indonesia Jordi Amat dan gelandang bertahan Rachmat Irianto berduel dengan pemain Vietnam di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta pada leg pertama Piala AFF 2022. Foto: PSSI.

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Timnas Indonesia bakal menjalani laga hidup mati dalam partai Semifinal Piala AFF 2022 leg kedua melawan tuan rumah Vietnam, Senin (9/1/2023) besok.

Pertandingan leg kedua kontra Vietnam yang akan dilakoni Timnas Indonesia bakal berlangsung di Stadion My Dinh, Hanoi.


Anak-anak asuhan Shin Tae Yong itu wajib memenangkan pertandingan agar lolos Piala AFF 2022, syaratnya menang atau imbang dengan skor minimal 1 – 1.

Meski tidak mudah mengalahkan Vietnam di kandang sendiri, Skuad Garuda tidak perlu khawatir.


Sejarah pernah mencatat Indonesia pernah memenangkan laga di Hanoi saat bentrok melawan The Golden Star, julukan Vietnam.

BACA JUGA: Tahan Imbang Indonesia di Babak Kedua, Pelatih Vietnam Bilang Begini

Pertama pada Piala AFF 2004 silam. Pada fase grup, Indonesia berhasil menang telak kontra Vietnam dengan skor 3 – 0.

Kedua terjadi pada babak semifinal Piala AFF 2016. Saat itu Indonesia bermain imbang kontra Vietnam dengan skor akhir 2 – 2.

Hasil ini cukup untuk membawa Indonesia ke final karena unggul agregat 4 – 3, setelah pada leg pertama di Jakarta menang 2 – 1. Shin Tae yong cukup percaya diri pada laga Senin besok lantaran bisa menurunkan skuad terbaiknya, tidak ada yang cedera maupun akumulasi kartu.

Keberadaan Jordi Amat di jantung pertahanan Indonesia bersama Fachrudin Aryanto dan Rizky Ridho dengan formasi 3 – 4 – 3, menjadi jaminan mutu.

Jordi Amat menjadi salah satu dari empat pemain Timnas Indonesia yang tampil mengesankan pada leg pertama lalu.

Tampil tiga kali membela panji Garuda, akurasi operan pemain naturalisasi ini paling tinggi, yakni 127 kali atau 84,7 persen.

BACA JUGA: Indonesia Ditahan Imbang Vietnam, Shin Tae Yong Ungkap Faktor Ini

Jordi Amat sangat kuat dalam bertahan dengan mencatatkan 11 kali sapuan, tiga kali intersep dan sekali tekel sukses.

Duet Jordi Amat di jantung pertahanan, Fachruddin Aryanto ikut berkontribusi positif saat Indonesia menahan imbang Vietnam pada leg pertama.

Kapten Timnas Indonesia ini mencatatkan akurasi operan sebanyak 46 kali atau 85 persen, empat kali tekel, sepuluh kali intersep dan dua kali clearance.

Hebatnya, seluruh tekel yang dilakukan pemain Madura United ini 100 persen sukses.

Yakob Sayuri ikut menjadi perbincangan hangat suporter Garuda setelah menjadi pemain timnas yang paling sering melepas tembakan di Piala AFF 2022 dengan 11 kali tembakan.

Namun, dari 11 kali tembakan tersebut, hanya empat yang tepat sasaran.

Marselino Ferdinan menambah deretan pemain timnas yang bermain apik selama babak penyisihan sampai semifinal leg pertama.

Gelandang muda 18 tahun ini pada laga terakhir kontra Vietnam melepaskan dua tembakan tepat sasaran dan 13 kali melakukan operan sukses.

Yang menjadi catatan menjelang laga penting ini menanggalkan sikap egois para pemain Timnas Indonesia.

Berdasarkan catatan redaksi, ada tiga pemain timnas yang cenderung bermain egois sejak babak penyisihan lalu.

Pertama, Ricky Kambuaya. Pada laga terakhir babak penyisihan grup kontra Filipina, Ricky Kambuaya memilih menggiring bola ketimbang memberikan umpan kepada striker IIija Spasojevic.

Padahal, Spaso saat itu tinggal berhadapan dengan kiper Filipina.

Kedua, Saddil Ramdani.

Pada laga Filipina kontra Indonesia di Rizal Memorial Stadium, Saddil begitu percaya diri mengeksekusi peluang agar mencetak gol.

Saddil memilih menendang bola langsung ke gawang Filipina. Padahal, pada saat bersamaan dua pemain lainnya tanpa pengawalan.

Ketiga, Egy Maulana Vikri. Mantan pemain FC Vion di Liga Slovakia itu kerap menunjukkan skill individu, daripada bermain sebagai sebuah tim.

Egy lebih suka menggocek bola sendiri, daripada memberikan umpan kepada rekannya.

Contohnya, Egy Maulana Vikri sempat berhadapan satu lawan satu dengan kiper Filipina, akan tetapi bola yang ditendangnya terlalu kencang, di lain sisi ada pemain lain yang siap menyambut dan menjebol gawang lawan.

Kelemahan ini yang menjadi pekerjaan rumah Shin Tae yong sebelum menghadapi Vietnam besok. (jpnn)