Berita Bekasi Nomor Satu

Kepulangan Puluhan Jemaah Haji Tertunda

ILUSTRASI: Jemaah haji asal Cianjur tiba di lokasi Debarkasi Asrama Haji Jakarta-Bekasi. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 88 Jemaah haji asal Jawa Barat masih dalam perawatan medis di Tanah Suci, mereka akan dipulangkan setelah mendapat perawatan dan dinyatakan sehat oleh panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH).

Kepala Bidang Kesehatan PPIH Debarkasi Jakarta-Bekasi Rezi Arisandi mengatakan, rata-rata yang jatuh sakit rata-rata lanjut usia dan penyebabnya karena kelelahan saat mereka mengikuti ritual haji di tanah suci.

“Kelelahan biasanya, karena haji ini kan ibadah fisik ya, jadi bener bener fisik kita harus kita jaga supaya kita kembali sehat,” ujarnya, Rabu (5/7).

Rezi menjelaskan, jemaah haji yang masih dalam perawatan akan ditunda kepulangannya sampai mereka dinyatakan sehat dan layak terbang

“Iya biasanya kita terus sampe kloter terakhir, kalau nanti sampai kloter terakhir belum pulang nanti ada petugas dari Indonesia yang datang ke sana untuk menjaga di periode berikutnya,” terang dia.

Adapun kata dia, bagi jemaah haji yang sakit saat mengikuti ritual ibadah haji di tanah suci dan sudah kembali ke Indonesia akan diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) untuk bisa memantau kondisi seusai pulang dari sana.

“Kita akan berikan K3JH nanti kita pantau sampai dengan 14 hari, setelah kepulangan dari arab Saudi, nanti kita kasih ke jemaah dan jemaah bisa melapor ke puskesmas atau dinas kesehatan setempat,” jelasnya.

Selain jemaah haji yang sakit, terdapat 61 jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal dunia saat mengikuti rangkaian ibadah Haji di tanah suci.

“Jadi untuk Jawa Barat sendiri yang meninggal sampai hari ini mudah mudahan tidak bertambah jumlahnya 61, untuk Kabupaten Bekasi 4, Kota Bekasi 2,” ucap dia.

Dikatakan Rezi, mereka yang meninggal di sana langsung dimakamkan di tanah suci. Rata-rata penyebabnya karena penyakit jantung dan pernapasan.

“Iya dikuburkan di sana baik di Mekkah maupun Madinah, biasanya karena penyakit jantung dan pernapasan,” kata dia

Adapun, kata Rezi soal pengurusan dokumen jemaah haji yang meninggal di tanah suci akan diurus disana, dan keterangan penyebab meninggal akan diberikan kepada pihak keluarga.

“Kalaupun nanti minta keterangan kematian nanti kita ada, kita berikan dari arab saudinya sendiri dan pusat kesehatan haji disana, serta kementerian agama,” bebernya.

Dijadwalkan, sebanyak 392 jemaah haji asal Kota Bekasi yang masuk kloter lima tiba di Debakarsi Asrama Haji Jakarta-Bekasi, Kamis (6/7) sekitar pukul 21.20.

Disusul kloter enam sebanyak 392 jamaah haji asal Kabupaten Sukabumi yang dijadwalkan juga akan tiba pada pukul 23.20. (rez)