RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi mematangkan kesiapan kerja sama pengolahan sampah dengan pihak swasta. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama investor meninjau langsung lokasi di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Senin (13/4).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan kelayakan teknis rencana proyek pengolahan sampah berbasis teknologi. Tim memetakan titik pembangunan fasilitas di area gunungan sampah. Mereka juga menilai kesiapan lahan di zona aktif dan nonaktif serta akses alat berat menuju lokasi.
“Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan di lapangan, baik dari sisi ketersediaan lahan, akses, hingga kondisi sampah existing yang akan diolah. Semua harus dihitung secara matang,” ujar Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Mansyur Sulaeman.
Ia menegaskan kerja sama ini tidak berarti pengelolaan TPA Burangkeng diserahkan sepenuhnya kepada pihak swasta. Peran investor difokuskan pada pengolahan sampah yang sudah ada agar memiliki nilai guna.
“Bukan TPA-nya diserahkan, tapi sampah existing yang akan diolah menggunakan teknologi. Ini penting untuk mengurangi beban penumpukan,” tambahnya.
Proyek ini disebut tidak membebani anggaran daerah. Investasi yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah akan menggunakan skema mandiri tanpa tipping fee dari APBD. Pemerintah daerah justru berpeluang menambah pendapatan melalui sewa lahan.
Secara teknis, pengolahan akan menggunakan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yang mengubah limbah rumah tangga menjadi bahan bakar alternatif bagi industri, seperti pabrik semen. Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah hingga 1.000 ton sampah per hari. Namun, Mansyur mengakui tantangan utama terletak pada ketersediaan pasokan sampah yang harus stabil.
“Kalau kapasitasnya 1.000 ton per hari, maka suplai juga harus stabil. Ini yang sedang kami siapkan, termasuk dari sistem pengangkutan dan pengumpulan,” terangnya.
Ia berharap masyarakat mulai memilah sampah dari rumah. Sampah organik dan nonorganik yang dipisahkan akan membantu mengurangi beban TPA.
“Kalau dari rumah sudah dipilah, yang masuk ke TPA hanya residu. Ini akan sangat membantu efektivitas pengolahan dan memperpanjang umur TPA,” pungkasnya. (ris)











