RADARBEKASI.ID, BEKASI – Perubahan kepemimpinan di DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Bekasi kembali terjadi. Setelah menunjuk Nuryadi sebagai pengganti Endri Woro Wijayanti pada akhir 2025, posisi ketua kini beralih kepada Ridho Choirul Umam.
Pergantian tersebut diumumkan dalam Rapat Koordinasi Wilayah PSI Jawa Barat yang dihadiri pengurus, kader, simpatisan, serta perwakilan struktur partai dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi, belum lama ini.
Nuryadi mengatakan, keputusan tersebut telah melalui proses diskusi panjang, pertimbangan matang, dan komunikasi dengan berbagai pihak. Hasilnya, seluruh unsur partai sepakat memberikan amanah kepemimpinan DPD PSI Kabupaten Bekasi periode 2026–2031 kepada Ridho Choirul Umam.
Meski harus melepas jabatan ketua, Nuryadi mengaku menerima keputusan tersebut demi kepentingan organisasi.
“Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah keputusan penting bagi perjalanan PSI di Kabupaten Bekasi. Kami memutuskan untuk memberikan amanah kepemimpinan DPD PSI Kabupaten Bekasi kepada Haji Ridho Choirul Umam untuk periode 2026-2031,” ujar Nuryadi, yang kini menjabat sebagai Ketua Harian DPD PSI Kabupaten Bekasi, Senin (8/6).
Pria yang akrab disapa H. Dilay itu menegaskan, pergantian kepemimpinan bukan keputusan yang diambil secara spontan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan hasil evaluasi organisasi yang komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Ia menilai PSI membutuhkan sosok pemimpin yang mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.
“Kami meyakini kolaborasi ini akan membawa PSI semakin dekat dengan cita-cita menjadi partai pemenang di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Selain menunjuk Ridho Choirul Umam sebagai ketua, struktur kepengurusan baru juga diperkuat dengan penunjukan Rizki Muhsin sebagai Sekretaris DPD PSI Kabupaten Bekasi. Sejumlah tokoh dari berbagai wilayah turut bergabung untuk memperkuat organisasi, termasuk kader yang memiliki pengalaman politik dan basis massa.
Nuryadi menilai keberagaman latar belakang para pengurus menjadi modal penting bagi PSI untuk membangun organisasi yang inklusif, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bekasi yang terus berkembang. (pra)











