Sungguh, cukuplah Allah sebagai pemelihara bagi hamba-hamba-Nya, dan tidak seorang pun yang mampu menghalangi apabila berkehendak memberikan kebaikan (manfaat) kepada seseorang. Demikian pula tidak seorang pun yang sanggup melindungi, apabila Allah berkehendak memberikan keburukan (madharat) kepada seseorang.
Ayat ini mendorong setiap muslim agar senantiasa merasa tenang, percaya kepada ketetapan Allah SWT dengan terpeliharanya seluruh makhluk ciptaan-Nya mulai dari rezeki, kesehatan, keamanan, ajal dan segala urusan di dunia.
Dalam kitab Al-Maqsad Al-Asna, Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa Allah swt mengawasi seluruh makhluk-Nya dengan sifat dan ilmu yang dimiliki-Nya sehingga tidak ada satupun makhluk yang luput dari pemeliharaan dan kasih sayang-Nya.
Satu kisah yang menakjubkan tentang keyakinan kepada Allah swt sebagai Dzat Yang Maha Memelihara yaitu kisah Abu Bakar Ketika berada di Gua Tsur. Pada saat dikejar oleh kaum kafir Quraisy, Rasulullah saw dan Abu Bakar bersembunyi di Gua Tsur.
Dalam kondisi genting dimana mereka hampir ditemukan oleh musuh, Abu Bakar sempat merasa takut. Rasulullah saw berkata, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah ayat 40).
Maka dengan keyakinan penuh terhadap pemelihraan dari Allah swt, maka mereka selamat dari pandangan musuh, dan Allah memelihara mereka dengan pemeliharaan yang sempurna. (*)










