RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan ribu siswa memulai tahun ajaran 2026/2027, Senin (13/7), di tengah masih terbatasnya daya tampung sekolah negeri di Kota Bekasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kini sedang mendata siswa SD dan SMP yang gagal saat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan terpaksa melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta.
Ini dilakukan untuk memastikan mereka, terutama dari keluarga kurang mampu mendapat bantuan biaya pendidikan.
Pada hari pertama masuk sekolah, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di salah satu sekolah. Ia memastikan kegiatan berjalan lancar dengan menitikberatkan pada penerapan sekolah ramah anak, termasuk pencegahan perundungan (bullying) dan intoleransi.
“Saya kira (MPLS) berjalan dengan lancar, baik, kemudian juga MPLS hari ini lebih menekankan pada sekolah ramah anak,” kata Tri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengakui pelaksanaan SPMB tahun ini masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Evaluasi akan difokuskan pada penyempurnaan sistem, sinkronisasi data kependudukan, hingga pemerataan kualitas sekolah.
“Ini akan terus kita perbaiki ke depan. Yang ketiga adalah bagaimana kita upayakan semua sekolah itu sama, tidak ada sekolah unggulan,” ujarnya.
Menurut Harris, tingginya jumlah pendaftar setiap tahun juga menjadi sinyal perlunya penambahan ruang kelas agar lebih banyak calon peserta didik dapat tertampung di sekolah negeri.
“Tentunya kita lihat bahwa pendaftarnya luar biasa, kita akan berupaya ke depan bahwasanya harus ada ruang-ruang baru yang kita bangun agar kita bisa menampung lebih banyak lagi,” katanya.
Di sisi lain, Pemkot kini mulai mendata siswa yang memilih atau terpaksa bersekolah di swasta. Data tersebut akan menjadi dasar pemberian bantuan pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Nah ini sedang kita data sekarang, hari ini kita minta datanya ke swasta siapa saja. Kalau mereka termasuk orang yang tidak mampu saya kira pasti akan ada bantuan dari Pemerintah Kota Bekasi,” tambahnya.
Tahun ajaran 2026/2027 juga menjadi awal pelaksanaan program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG). Melalui program tersebut, Pemkot Bekasi membantu pembiayaan pendidikan siswa di 61 sekolah swasta.
Data Dinas Pendidikan Kota Bekasi mencatat jumlah pendaftar SPMB tahun ini mencapai 41.009 orang, terdiri atas 18.863 pendaftar SD negeri, 21.012 pendaftar SMP negeri, dan 1.134 pendaftar SMP swasta gratis. Dari jumlah itu, sebanyak 18.322 siswa diterima di SD negeri, 17.821 di SMP negeri, dan 1.094 di SMP swasta gratis. (sur)











