Berita Bekasi Nomor Satu

Belum Ada Kepastian Ganti Rugi Kebakaran SPBE Cimuning, Wakil Wali Kota Bekasi Berang

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe. FOTO: ZAKKY MUBAROK/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Proses ganti rugi pascakebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) milik PT Indogas Andalan Kita, Cimuning, Kota Bekasi, masih belum menemui kejelasan. Hingga kini, belum ada kepastian kapan kompensasi akan disalurkan kepada warga terdampak.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengaku belum menerima informasi yang jelas dari pihak SPBE mengenai penyelesaian ganti rugi tersebut.

“Ini saya belum dapat informasi jelas, Insyaallah kita akan koordinasi dengan pak camat pagi ini kita lihat sejauh mana mereka menjalani komitmennya,” ujar Harris di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (13/7).

Harris menegaskan, Pemerintah Kota Bekasi tidak akan ragu mengambil tindakan tegas apabila pihak SPBE tidak menunjukkan itikad baik untuk memenuhi kewajiban memberikan ganti rugi kepada warga.

Menurutnya, sanksi berupa penutupan operasional dapat diberlakukan apabila ditemukan pelanggaran terhadap kewajiban menjaga lingkungan.

“Kalau memang itu kan kita tentunya kalau mereka tidak melakukan upaya itu (ganti rugi), ya sanksi tegas jelas, kita akan menutup gitu kan. Tentunya kita akan bisa tuntut masuk ke dalam ranah, di mana mereka melakukan upaya tidak menjaga lingkungan,” tegas Harris.

Sementara itu, Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengatakan hingga kini belum ada angka pasti mengenai besaran kompensasi yang akan diterima warga. Penilaian masih menunggu hasil verifikasi dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang ditunjuk PT Indogas Andalan Kita.

“yang jelas kita sekarang ini sedang menunggu hasil hitung atau hasil verifikasi oleh KJPP yang memang ditunjuk dan kita sama-sama menyetujui, yang independen,” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, kebakaran tersebut tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga menghanguskan sejumlah kios dan lapak usaha.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, menyebut total terdapat 19 rumah terdampak, terdiri atas 15 rumah di RT 02 RW 003 serta empat rumah dan dua kios di RT 01 RW 003. Selain itu, kebakaran juga menghanguskan lapak rongsok, gerobak, lapak nasi goreng, dan warung kopi.

“(Total 19 rumah) Rinciannya kerusakan infrastruktur, 15 rumah tinggal yang berada di RT 02 RW 003 dan empat rumah serta dua kios di RT 01 RW 003, kemudian lapak rongsok, gerobak dan lapak nasi goreng dan warung kopi,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, dalam keterangannya, dikutip Jumat (3/4). (zak)