Berita Bekasi Nomor Satu

Dari Makanan hingga Hotel, Ini Hasil Evaluasi Haji 2026

EVALUASI HAJI – Kegiatan pelaksanaan evaluasi haji di kantor kemenhaj Kota Bekasi, kemarin. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Kemenhaj RI. FOTO: MIFTAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksanaan ibadah haji 2026 memang telah usai. Namun, catatan evaluasi masih menyisakan sederet pekerjaan rumah yang harus dibenahi pemerintah.

Mulai dari kualitas makanan yang dinilai hambar dan menu kurang variatif, buah jeruk yang terlalu asam, kualitas koper kurang baik hingga lift hotel yang kerap mati menjadi keluhan utama para jemaah saat mengikuti evaluasi penyelenggaraan haji di Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Senin (3/8).

Forum evaluasi itu dihadiri perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), ketua kloter, pembimbing ibadah haji, serta jemaah haji mandiri.

Berbeda dengan seremoni biasa, pertemuan ini berlangsung terbuka. Sesi tanya jawab berubah menjadi ruang curhat, tempat para jemaah menyampaikan pengalaman selama berada di Makkah, Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), hingga Madinah.

Perwakilan Kementerian Haji dan Umrah RI menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan layanan konsumsi dalam skala besar selama operasional haji. Di Makkah, sebanyak 51 dapur melayani kebutuhan makan jemaah dengan total 84 kali makan.

Sementara di Madinah, layanan disiapkan melalui 23 dapur yang menyediakan 27 kali makan untuk setiap jemaah. Meski demikian, besarnya layanan tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan jemaah. Keluhan paling banyak mengarah pada kualitas makanan yang dinilai belum sesuai selera masyarakat Indonesia.

“Chef yang menyiapkan makanan sebenarnya sudah diberikan pelatihan agar cita rasanya mendekati masakan Indonesia. Standar setiap porsi juga sudah ditetapkan, yakni 170 gram nasi, 80 gram lauk, dan 75 gram sayuran,” ujar perwakilan pelaksanaan bidang konsumsi Kementerian Haji dan Umrah RI.

Baca Juga: Sekdis Dishub Kota Bekasi: Tak Ada Aliran Setoran Pungli ke Pimpinan

Namun, di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian. Porsi nasi justru sering melebihi standar hingga sekitar 200 gram, sementara lauk dan sayuran terasa kurang seimbang. Sejumlah jemaah juga mengeluhkan menu yang monoton, minim kuah, bumbu yang kurang terasa, serta buah jeruk yang disajikan terlalu asam.

Pemerintah mengakui tahun ini telah ada peningkatan layanan konsumsi dengan tambahan puding dan susu sebagai pelengkap menu. Namun, masukan dari jemaah tetap menjadi perhatian untuk penyempurnaan pelayanan pada musim haji berikutnya.

Ketua Kloter JKS 01, Imam Setiawan, menilai secara umum penyelenggaraan haji tahun ini berjalan baik. Meski begitu, masih ada beberapa aspek pelayanan yang perlu diperbaiki.

“Secara keseluruhan jemaah puas terhadap pelaksanaan haji tahun ini. Tetapi memang ada keluhan, terutama makanan di Madinah yang terasa hambar seperti tidak memiliki rasa,” katanya.

Senada, Heri Setiawan dari Kloter 25 menyoroti variasi menu makanan. Dia berharap variasi menu diperbanyak dengan porsi sayuran yang lebih banyak agar asupan gizi jemaah lebih seimbang,”Kami berharap ke depan menu lebih variatif, sayur diperbanyak,” ujarnya.

Selain persoalan konsumsi, sejumlah peserta juga mengeluhkan fasilitas hotel di Makkah, khususnya lift yang beberapa kali mengalami gangguan sehingga menyulitkan jemaah lanjut usia maupun mereka yang baru kembali dari aktivitas ibadah.

Baca Juga: Ongkos Haji 2027 Diusulkan Rp107,34 Juta

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Sularto, menegaskan seluruh masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah. Menurutnya, kritik dari jemaah merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah pada tahun depan. Semua usulan dan keluhan yang disampaikan akan menjadi masukan bagi pemerintah agar penyelenggaraan ibadah haji semakin berkualitas dan semakin berpihak kepada kebutuhan jemaah,” tegas Sularto.(mif)